$type=ticker$cols=4$label=hide

$type=slider$snippet=hide$cate=0$mt=hide$show=home

Mencermati Gagasan Full Day School Mendikbud

Belum lama menjabat sebagai Mendikbud, Muhadjir Efendi melontarkan gagasan baru. Ia akan menerapkan sistem full day school  (FDS) di SD dan SMP baik  swasta maupun  negeri. Dengan sistem  FDS, menurutnya, secara perlahan anak didik akan terbangun karakternya, mereka tidak menjadi liar saat di luar sekolah  ketika orang tua  mereka belum pulang dari kerja. Sebaliknya, jika  mereka tetap berada di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan sekolah sampai dijemput  orang tuanya seusai jam kerja.

Sikap pro dan kontra pun bermunculan atas  gagasan sistem fulday school  ini yang dilontarkan Mendikbud tersebut.

Sebetulnya gagasan FDS Mendikbud ini bukanlah hal baru. Sebab sistem FDS sudah banyak diterapkan sekolah-sekolah, khususnya sekolah swasta, yang berada di perkotaan.  Sebut saja misalnya Sekolah Islam Terpadu. Sekolah ini dari tingkat SD-SMA banyak memakai sistem FDS, kemudian sekolah Muhammadiyah dan sekolah swasta lainnya.

Sejarah munculnya sistem FDS pertama kali di Amerika Serikat sekitar tahun  1980-an. Sistem inipada mulanya diterapkan di pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK), selanjutnya meluas ke jenjang lebih tinggi sampai dengan sekolah menengan atas (SMA). Latar belakang yang mendorong  diterapkannya FDS adalah makin banyaknya kaum ibu-ibu yang memiliki anak usia di bawah 6 tahun dan juga bekerja di luar rumah, sedang mereka berharap agar anak-anaknya mendapatkan nilai akademik yang tinggi sebagai persiapan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. (http://www.kanalinfo.web.id/2016/08/pengertian-full-day-school.html)

Alasan menerapkan FDS

Pengertian Full day school bila menurut bahasa adalah sekolah sehari penuh, hal  tersebut  karena susunan katanya  berasal dari bahasa Inggris yakni kata full yang berarti penuh, day berarti hari dan school berarti sekolah. Sedangkan menurut istilah  full day school  memiliki pengertian  sebuah sekolah yang memberlakukan jam belajar sehari penuh yang dimulai dari  jam 07.00-16.00.

Dalam kaitan ini Sismanto, meskipun sedikit berbeda, memberikan pengertian full day school. Ia mendefiniskan full day school sebagai sebuah model sekolah umum yang dipadukan dengan sistem pengajaran Islam secara intensif yang dilakukan dengan cara memberi tambahan waktu khusus untuk pendalaman keagamaan siswa. Jam tambahan biasanya diberikan pada jam setelah sholat Dhuhur sampai sholat Ashar. Dengan demikian maka anak-anak  selesai belajar  atau pulang sekolah pada jam 16.00.  (http://www.referensimakalah.com/2013/01/pengertian-full-day-school.html)

Sebenarnya FDS tidak berbeda dengan sekolah umum lainnya, sekolah ini memiliki kurikulum inti (kruikulum nasional) seperti sekolah umum. Bedanya mereka memiliki kurikulum lokal dan jam belajar tambahan yang diperuntukkan untuk memaksimalkan potensi siswa.  

Secara umum, sekolah menerapkan full day school karena beberapa alasan, diantaranya adalah: Pertama, minimnya waktu orang tua di rumah, lebih-lebih karena tingginya kesibukan yang ada di luar rumah (tuntutan kerja). Kedua, untuk formalisasi jam tambahan bagi siswa yang minim pengawasan, kontrol dan bimbingan orang tua karena waktu orang tua di rumah hampir tidak ada karena tuntutan kerja. Ketiga, meningkatkan mutu pendidikan. Sekolah bermutu menjadi tuntutan semua sekolah yang kepingin terus eksis di masyarakat, karena masyarakat akan meninggalkan atau tidak memilih pada  sekolah yang tidak bermutu.

Full day school memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan sekolah reguler. Apakah keunggulannya? Pertama potensi anak akan berkembang maksimal baik potensi kognitif, afektif maupun psikomotorik. Sebagaimana kita telah ketahui bahwa FDS memiliki waktu jam tambahan, maka dengan begitu sekolah dapat memaksimalkan semua potensi anak.  Dengan adanya tambahan jam belajar maka tak heran jika output pendidikan yang dihasilkan sistem FDS lebih bagus dari sekolah reguler biasa.

Kedua,  sistem FDS akan menjauhkan anak dari pengaruh lingkungan dan pergaulan yang tidak sehat yang akhir-akhir ini sangat menghawatirkan untuk perkembangan moral anak, seperti makin maraknya peredaran Narkoba, kekerasan seksual terhadap anak, pergaulan bebas, kelompok genk, dan lain sebagainya.

Sistem FDS selain memiliki keunggulan juga memiliki beberapa kelemahan. Adapun kelemahan FDS adalah dapat menjadikan anak jenuh belajar, terlebih bila sistem FDS penerapannya tidak diimbangi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan seperti kegiatan bermain.
Sistem FDS, selain di atas, juga akan membuat hubungan antara anak dengan orang tua,   dengan anak-anak dan masyarakat luar sekolah  berkurang karena mereka berada di sekolah sehari penuh. Anak juga tidak bisa banyak membantu pekerjaan rumah orang tua, karena berada di sekolah sampai waktu sore.

FDS Sulit diterapkan

Kita perlu mengapresiasi gagasan FDS yang dilontarkan Mendikbud sebab gagasannya itu  ditujukan untuk menyelesaikan problematika pendidikan. Namun agaknya gagasan itu sulit diterapkan  secara keseluruhan di negara.  Hal tersebut disebabkan  karena keadaan pendidikan  kondisinya tidak sam, dinataranya ada yang dalam keadaan baik dan ada yang tidak baik. Padahal dalam melaksanakan sistem full day dibutuhkan sarana dan prasana yang lengkap untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Misalnya sekolah harus memiliki laboratorium, perangkat pembelajaran berbasis IT,  halaman bermain yang luas dan nyaman,  dan lain sebagainya.  Sudahkah setiap sekolah di negara ini semua memiliki kelengkapan sarana-prasarana ini? Jawabannya pasti belum!

Disamping kondisi bangunan sekolah dan sarana dan prasarana, keadaan guru-guru yang akan menjadi pelaksana kurikulum juga masih banyak yang belum berkualitas baik. Hal ini dibuktikan dari hasil nilai ujian kompetensi guru (UKG) yang mana hasilnya rata-rata secara keseluruhan masih belum menggembirakan.  Disamping itu guru-guru di sekolah secara umum juga masih banyak yang dalam mengajar di kelas masih menggunakan metode lama,  yaitu mencatat, menulis dan ceramah. Pelaksanaan FDS harus didukung guru yang bisa membuat model pembelajaran menyenangkan, mengasikkan, kreatif dan juga inovatif. Jika tidak, maka sekolah hanya akan menjadi tempat penyiksaan bagi para siswa.

Selanjutnya kondisi tingkat ekonomi masyarakat di negara kita tidak sama. Ada yang  miskin dan ada yang kaya. Perbandingan antara masyarakat kaya dengan miskin sampai saat ini masih lebih banyak yang miskin.  Penerapan sistem FDS karena menyedot dana pendidikan yang tak sedikit, bagi masyarakat miskin bisa memberatkan jika biaya pelaksanaan model ini dibebankan kepada masyarakat.

Penerapan FDS juga berpotensi mematikan lembaga pendidikan non formal yang kegiatan belajar mengajarnya berlangsung pada siang hari sampai sore hari seperti diantaranya sekolah TPQ, taman pendidikan quran, dan sekolah-sekolah madrasah diniyah atau yang dikenal dengan sekolah sore. Nasib sekolah-sekolah ini bisa terancam tutup jika sistem FDS diterapkan secara nasional di jenjang SD- SMP karena akan membuat sekolah tersebut  tidak memiliki siswa.  Bagimanapun juga keberadaan sekolah sore ini memiliki peran yang sangat penting bagi pendidikan nasional. Keberadaannya sangat membantu  sekolah formal dalam kaitannya penguatan pendidikan karakter dan agama. Seandainya sekolah-sekolah sore ini harus tutup maka akan diapakan bangunannya tersebut? Pastinya hanya akan menjadi bangunan kosong tak berguna.

Bila melihat keadaan pendidikan dan juga masyarakat yang berbeda-beda dan juga belum ada kesiapan maka sebaiknya gagasan sistem FDS bila hendak dilaksanakan, penerapannya jangan bersifat nasional di seluruh Indonesia. Akan lebih baik dan efektif, sambil melihat  hasil perkembangannya, hanya untuk kepada sekolah-sekolah yang memiliki kesiapan dan kelengkapan saran dan prasarana saja yang dihimbau untuk melaksanakan model full day school. *

Oleh: Siti Fauziah - (kader NA Ranting Panjunan; Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

KOMENTAR

Nama

Ekonomi Islam,4,Ghazwul Fikri,4,Khazanah,1,Kolom,4,Mutiara Takwa,1,Opini,4,Sains,4,Sajian Khusus,13,Sajian Utama,15,
ltr
item
Majalah Tabligh: Mencermati Gagasan Full Day School Mendikbud
Mencermati Gagasan Full Day School Mendikbud
https://1.bp.blogspot.com/-Dp2nvFo3iHE/XXYBz9wda3I/AAAAAAAAIAI/YvU_APJZha4TfsjBOyzJTyJiR_n2UFVZwCLcBGAs/s640/Mencermati%2BGagasan%2BFull%2BDay%2BSchool%2BMendikbud.png
https://1.bp.blogspot.com/-Dp2nvFo3iHE/XXYBz9wda3I/AAAAAAAAIAI/YvU_APJZha4TfsjBOyzJTyJiR_n2UFVZwCLcBGAs/s72-c/Mencermati%2BGagasan%2BFull%2BDay%2BSchool%2BMendikbud.png
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2016/09/mencermati-gagasan-full-day-school.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2016/09/mencermati-gagasan-full-day-school.html
true
8173500209484125123
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy