$type=ticker$cols=4$label=hide$show=post

[Edisi Terbaru]_$type=three$m=0$rm=0$h=420$c=3$snippet=hide$label=hide$show=home

Akal dan Pengetahuan di Mata K.H. Ahmad Dahlan

Atjeh Verslag atau Laporan Aceh menjadi satu karya yang penting dikupas hingga kini. Laporan yang kemudian dibukukan menjadi buku berjudul De Atjehers atau Orang Aceh adalah kajian orientalis bernama Snouck Hurgronje atas masyarakat Aceh.

Snouck Hurgronje pergi ke Aceh atas permintaan pemerintah Hindia Belanda. Mereka hendak mengetahui seberapa penting peran ulama, khususnya setelah wafatnya ulama besar dan berpengaruh Teungku Chik di Tiro pada tahun 1891. Sebelum adanya laporan Hurgronje, pemerintah Belanda meski telah berperang lebih dari satu dekade relatif tidak mengetahui tentang masyarakat Aceh.

Laporan itu dibuat Snouck Hurgronje selama bulan Juli 1891 sampai Februari 1892. Meski kajian itu hanya terbatas di wilayah Aceh Besar, namun ia berhasil memanfaatkan narasumber lokal sehingga memperkaya kajian tersebut. Peran dan pengetahuan Snouck Hurgronje menjadi modal berharga penjajah menaklukkan Aceh.

Snouck Hurgronje adalah salah satu bukti shahih betapa pengetahuan dapat berselingkuh dengan kekuasaan demi tujuan-tujuan yang nista seperti kolonialisme. Pengetahuan memang tidak bebas nilai. Ia tak pula bebas dari penyalahgunaan. Oleh sebab itu para ulama menekankan pentingnya bukan hanya pengetahuan itu sendiri, tetapi hal-hal yang mendasar seperti misalnya tujuan dari mencari pengetahuan.

Salah satu ulama yang menekankan pentingnya pengetahuan adalah K.H. Ahmad Dahlan. Kiyai Dahlan tidak saja hanya mengajar tetapi beliau mendidik. Mencari ilmu bagi Kiyai Dahlan adalah hal mendasar dalam hidup. Menurutnya,
“…pengajaran yang berguna dalam mengisi akal itu lebih dibutuhkan oleh manusia daripada makanan yang mengisi perutnya.” (2018)

Perjuangan dalam pendidikan dimulai Kiyai Dahlan dari kamar tamu rumahnya. Ruang sempit itu menjadi saksi dari pendidikan sang reformis pada anak-anak di sekitar Kauman, Yogyakarta. Bagi Kiyai Ahmad Dahlan, pengetahuan bukan sekedar untuk diajarkan pada murid-muridnya. Pengetahuan adalah bagian dari pendidikan yang memiliki tujuan.

Tujuan pendidikan bagi K.H. Ahmad Dahlan tak bisa dilepaskan dari wahyu. Tujuan pendidikan , mengutip surat Ali Imran ayat 110, adalah amar ma’ruf dan nahi munkar.
“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah SWT.” (2018)

Amar ma’ruf nahi munkar menjadi tujuan dari pendidikan. Sebab pada akhirnya pengetahuan yang didapat harus diterapkan, bukan sekedar menjadi senam intelektual belaka. Kiyai Hadjid salah satu tokoh Muhammadiyah yang pernah menjadi murid K.H. Ahmad Dahlan mengisahkan betapa pentingnya penerapan tersebut. Selama enam tahun belajar bersama K.H. Ahmad Dahlan, Kiyai Hadjid hanya belajar 7 perkara dan beberapa ayat Al-Qur’an.

Ketika mendidik K.H. Ahmad Dahlan selalu menanyakan, apakah mereka sudah benar-benar memahami pelajaran yang diberikan? Apakah mereka sudah menerapkan apa yang dipejalajari.

K.H. Ahmad Dahlan mengingatkan bahwa belajar terbagi menjadi dua: Pertama, belajar ilmu (pengetahuan atau teori). Kedua, belajar amal yaitu mengerjakan atau mempraktekkan. Dan proses belajar membutuhkan proses atau tahapan. Menurutnya “…dalam belajar amal, harus dengan cara bertingkat. Kalau setingkat saja belum dapat mengerjakan, tidak perlu ditambah.” (2018)

Selain menekankan pada penerapan pengetahuan yang mereka dapat, sejak semula, K.H. Ahmad Dahlan menekankan murid-muridnya untuk bersikap kritis. Sikap menolak taklid ini sejatinya sesuai dengan gerakan reformasi Islam yang dijalankan oleh K.H. Ahmad Dahlan.

Ia selalu menekankan agar bersikap kritis terhadap setiap hal yang mereka terima atau dapatkan. Menimbang dan memikirkan kembali mendalam. Menurut beliau, 
“Apa saja seperti pengetahuan, kepercayaan, perasaan, kehendak, tingkah laku yang kau miliki, yang tumbuh dari kebiasaan, dan jangan tergesa-gesa diputus sendiri lalu dianggap benar. Hendaklah dipikir dahulu, dibanding dan dikoreksi, apakah sungguh sudah benar?” (2018)

Tidak berhenti sampai disitu, selain menimban dan memikirkan dalam-dalam, K.H. Ahmad Dahlan meminta mereka untuk memperluas cakrawala berpikir dan wawasannya. Membandingkan banyak pengetahuan dan informasi. 
“Manusia perlu mendengarkan pelajaran-pelajaran fatwa yang bermacam-macam, membaca beberapa tumpuk buku, dan sesudah memperbincangkan, memikirkan, menimbang, dan membanding-bandingkan kesana-kemari, barulah mereka itu dapat memperoleh keputusan, dan kebenaran yang sesungguhnya.” (2018)

Semua proses belajar diatas adalah proses menghargai kembali akal manusia. Menempatkan sesuai dengan kodratnya sebagai anugerah dari Allah. Sebab sudah menjadi kodratnya akal agar perlu tumbuh dan berkembang. Seperti yang beliau sampaikan dalam Tali Pengikat Hidup Manusia (1923);
“Akal itu seperti biji yang terbenam dalam bumi. Agar biji itu dapat tumbuh menjadi pohon yang besar, tentu perlu disiami secara ajek dan dipenuhi kebutuhan lainnya. Demikian juga akal manusia, niscaya tidak dapat bertambah sampai kepada kesempurnaannya, apabila tidak diberi siraman dengan pengetahuan. Dan semuanya itu mesti sesua dengan kehendak Tuhan yang Kuasa.” (2018)

Menyirami akal dengan pengetahuan menjadi bagian dari tuntutan dari Sang Pencipta. Akal selain disirami dengan pengetahuan akal menurut K.H. Ahmad Dahlan juga sepatutnya dipelihara. Ikhtiar memelihara kesempurnaan akal menurut beliau terdiri 6 langkah. Pertama, Belas kasihan. Kedua, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Ketiga, memilih yang benar dengan yakin. Keempat, istiqomah. Kelima, memelihara akal dengan baik. Keenam, harus bermanfaat.

Poin ketiga dari langkah memelihara menurut beliau, yaitu memilih yang benar dengan yakin merupakan poin yang menarik. Sebab menurut beliau, perbedaan antara orang pintar dan bodoh dapat diketahui dari tiga hal, yaitu: Mengetahui mana yang manfaat dan mudharat.  Orang yang pintar, mennurut beliau adalah mengetahuinya kemudian mencari jalan menuju manfaat. Kemudian perbedaan terakhir antara orang yang pintar dan bodoh adalah orang yang pintar takut kepada Allah. Orang bodoh sebaliknya. (2018)

Penjelasan K.H. Ahmad Dahlan memang terkesan sederhana, tanpa penjelasan rumit. Karena memang hakekatnya pengetahuan bagi seorang muslim menurut penjelasan beliau adalah kebutuhan yang harus dipelihara, diterapkan dengan tujuan menempuh jalan amar ma’ruf nahi munkar, sehingga terasa manfaatnya dan ditujukan tak lain agar mendekat kepada Allah. []

KOMENTAR

BLOGGER: 1

Nama

Buya Risman,36,Edisi Terbaru,14,Ekonomi Islam,7,Ghazwul Fikri,6,Infografis,2,Khazanah,8,Kolom,70,Mutiara Takwa,5,Opini,7,Sains,4,Sajian Khusus,17,Sajian Utama,25,
ltr
item
Majalah Tabligh: Akal dan Pengetahuan di Mata K.H. Ahmad Dahlan
Akal dan Pengetahuan di Mata K.H. Ahmad Dahlan
https://1.bp.blogspot.com/-KeC7YFXeNg8/Xjk0twnGhJI/AAAAAAAAINY/3tExN3JN4loyG5A2I_C0NBgTm5Xlv5I_ACLcBGAsYHQ/s320/Akal%2Bdan%2BPengetahuan%2Bdi%2BMata%2BK.H.%2BAhmad%2BDahlan.png
https://1.bp.blogspot.com/-KeC7YFXeNg8/Xjk0twnGhJI/AAAAAAAAINY/3tExN3JN4loyG5A2I_C0NBgTm5Xlv5I_ACLcBGAsYHQ/s72-c/Akal%2Bdan%2BPengetahuan%2Bdi%2BMata%2BK.H.%2BAhmad%2BDahlan.png
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2019/06/akal-dan-pengetahuan-di-mata-kh-ahmad.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2019/06/akal-dan-pengetahuan-di-mata-kh-ahmad.html
true
945971881399728876
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy