$type=ticker$cols=4$label=hide

$type=slider$snippet=hide$cate=0$mt=hide$show=home

Pemimpin yang Shiddiq

Sifat shiddiq adalah pondasi awal dan salah satu syarat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Ia harus berlaku shiddiq kepada dirinya sendiri. Masyarakat akan menaruh kepercayaan kepada pemimpin apabila dia diketahui dan terbukti memiliki kualitas sifat shiddiq yang tinggi. Pemimpin yang memiliki prinsip shiddiq akan menjadi tumpuan harapan bagi rakyatnya. Kalau kepada dirinya sendiri dia bisa berlaku shiddiq, tentu saja ia juga tak akan mau untuk membohongi rakyatnya.

Rasulullah SAW bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
Barangsiapa diberi beban oleh Allah untuk memimpin rakyatnya lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan Surga atasnya.” (HR. Muslim)

Secara bahasa, shiddiq berasal dari kata sadaqa yang memiliki beberapa arti yang saling melengkapi satu sama lain. Di antaranya adalah: benar, jujur dan dapat dipercaya. Shiddiq adalah sifat yang lebih dekat dengan sebuah sikap pembenaran terhadap sesuatu yang benar (al haq), hal-hal yang sejalan dengan hati nurani yang murni, yang pastinya juga sesuai dengan apa yang digariskan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Singkatnya, shiddiq bisa diartikan dengan jujur dalam perkataan dan perbuatan.

Shiddiq merupakan salah satu dari empat sifat utama yang dikaruniakan Allah SWT kepada Rasulullah Muhammad SAW yang sudah kita ketahui. Rasulullah SAW disifati dengan as-sadiqul amin (jujur dan terpercaya), sifat ini telah disematkan oleh orang-orang Quraisy kepada Muhammad sebelum beliau diutus menjadi nabi dan rasul. Selain shiddiq, Rasulullah SAW juga dikaruniai tiga sifat lainnya, yaitu: Amanah berarti dapat dipercaya, Tabligh berarti menyampaikan dan Fathanah berarti cerdas.

Di antara ciri kepemimpinan Nabawi yang diridhai Allah SWT adalah pemimpin yang jujur dan dapat dipercaya. Pemimpin yang dapat bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang sudah dimandatkan rakyat kepadanya. Sehingga pemimpin tersebut mampu menjadikan rakyatnya semakin adil, makmur dan sejahtera dalam naungan keberkahan Allah SWT. Pemimpin yang mampu melindungi rakyatnya dari segala bentuk keburukan, kezaliman, termasuk kebohongan, ketidakjujuran dan penghianatan, baik dari orang lain maupun utamanya dari pemimpin itu sendiri.

Pemimpin yang jujur tidak hanya membawa kebaikan pada dirinya sendiri, tetapi kebaikan tentu akan menyertai rakyat yang dipimpinnya. Mereka sadar bahwa kualitas kepemimpinannya ditentukan di antaranya dari seberapa jauh dirinya memperoleh kepercayaan dari rakyatnya. Pemimpin yang jujur akan selalu mencintai rakyatnya, sebaliknya rakyatnya pun akan mencintainya. Hal itu terjadi karena rakyat percaya kepadanya sebagai pemimpin yang jujur. Sebaliknya, jika pemimpin tidak jujur, rakyat juga tidak akan mempercayainya.

Rasulullah SAW bersabda,
خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ
Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendo’akan kalian dan kalian pun mendo’akan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” (HR. Muslim)

Sebagai rakyat, tentu kita sudah dapat menilai kejujuran para pemimpin kita. Apalagi jika para pemimpin tersebut adalah orang-orang lama yang sebelumnya pernah menjabat, tentu kita bisa menilai sejauh mana kejujuran yang mereka miliki. Salah satu indikatornya bisa kita lihat dari janji-janji politik yang pernah dia ucapkan sebelumnya, sejauh mana mereka menjalankan atau berusaha menepati janji-janjinya tersebut.

Kebalikan dari jujur adalah bohong. Jika pemimpin tidak bisa berlaku jujur, sudah jelas dia termasuk pemimpin yang pembohong. Kalau ternyata janji mereka hanya omong kosong belaka, maka sudah jelas bahwa mereka adalah orang yang tidak bisa dipercaya. Pemimpin yang jujur pasti akan senantiasa memenuhi janji-janjinya yang pernah ia buat saat kampanye, tanpa pernah berniat mengingkari apalagi dengan sengaja membohongi rakyatnya. Sehingga antara kata yang terlontar sebelum menjabat (saat kampanye) dan perbuatan saat benar-benar menjabat selalu seiring sejalan. Termasuk dengan apa yang dikatakan dan diperbuatnya saat sudah duduk di kursi kepemimpinan, apa yang dikatakan, akan selalu dilakukannya. Selalu selaras, seiya sekata antara kata dan kerja.

Rasulullah SAW bersabda,
إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتَّى يَكُونَ صِدِّيقًا وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا
Sesungguhnya shiddiq itu membawa pada kebaikan, dan kebaikan akan menunjukkan pada surga. Dan seseorang beperilaku shiddiq, hingga ia dikatakan sebagai seorang yang siddiq. Sementara kedustaan akan membawa pada keburukan, dan keburukan akan mengantarkan pada api neraka. Dan seseorang berperilaku dusta, hingga ia dikatakan sebagai pendusta.” (HR. Al Bukhari)

Kejujuran seorang pemimpin tentu lebih penting daripada sekedar orang biasa atau rakyat jelata. Karena kejujuran seorang pemimpin secara otomatis akan berpengaruh besar juga terhadap orang banyak yang dipimpinnya, seperti akan terealisasinya program-program pembangunan  untuk kesejahteraan rakyat. Begitu pula sebaliknya, kebohongan seorang penguasa akan berdampak besar bagi rakyat banyak di bawah kepemimpinannya. Hal-hal negatif pasti akan timbul dari kebohongan seorang pemimpin, sekecil apapun itu. Seorang pemimpin yang saat berkampanye akan setop impor, menyediakan lapangan kerja, harga-harga dan pajak murah, tentu akan membahagiakan rakyatnya. Tapi jika setelah menjabat semua itu tidak terealisasi, alias dia ternyata berbohong, maka yang terjadi adalah kemadharatan, seperti melonjaknya barang-barang impor dari luar negeri yang membanjiri tanah air, semakin melonjaknya angka pengangguran, kemiskinan, juga naiknya harga-harga dan pajak.

Rasulullah SAW bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ شَيْخٌ زَانٍ وَمَلِكٌ كَذَّابٌ وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ
Ada tiga golongan (manusia) yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka siksa yang sangat pedih, yaitu; orang tua yang berzina, raja yang pendusta (pembohong) dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim)

Kalau kebohongan pribadi saja akan membawa pelakunya kepada neraka, maka kebohongan seorang pemimpin tentu akan membawa pelakunya kepada siksa neraka yang lebih besar daripada sekedar kebohongan pribadi. Karena kebohongan pribadi hanya merugikan satu atau dua orang saja dalam skala kecil, sedangkan kebohongan seorang pemimpin jelas akan merugikan rakyat di bawah kepemimpinannya yang skalanya tentu jauh lebih besar. Semakin besar cakupan wilayah yang dipimpinnya, maka semakin besar pula madharat dari kebohongannya. Semakin besar kebohongan yang timbul dari seorang pemimpin, maka semakin besar pula dosa yang akan dipikulnya. Siksa yang menantinya di neraka pun akan semakin besar. Tidak ada ampun bagi seorang pemimpin yang membohongi rakyat. Allah SWT menjanjikan kepada mereka dengan azab yang sangat pedih. Jangankan untuk mengampuni mereka, (seperti diterangkan dalam hadits di atas) melihat kepada mereka saja Allah SWT pun enggan. Sedemikian kerasnya siksaan bagi pemimpin yang pembohong.

Pemimpin dalam Islam dituntut untuk bisa memberikan teladan yang baik kepada rakyatnya, bukan hanya mencari kekuasaan semata. Ia harus bisa menyesuaikan antara perkataan dan perbuatannya. Karena pemimpin adalah orang yang pertama kali akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT sebelum rakyatnya. Saat berbohong kepada rakyat, hakikatnya dia tidak takut kepada Allah SWT dan telah berani berbohong kepada-Nya. Maka pemimpin yang gemar berbohong tidak akan bisa membawa rakyatnya menuju kebaikan dan kemakmuran, di dunia saja tidak, apalagi kelak di akhirat. Wallahul Musta’an. []

KOMENTAR

Nama

Ekonomi Islam,4,Ghazwul Fikri,4,Khazanah,1,Kolom,4,Mutiara Takwa,1,Opini,4,Sains,4,Sajian Khusus,13,Sajian Utama,15,
ltr
item
Majalah Tabligh: Pemimpin yang Shiddiq
Pemimpin yang Shiddiq
https://1.bp.blogspot.com/-7rWwZj57-IA/Xcl6N02r1II/AAAAAAAAII0/6FyqWffp2hgGB7FDFhaLq-De9pMa6B9xgCLcBGAsYHQ/s320/Pemimpin%2Byang%2BShiddiq.png
https://1.bp.blogspot.com/-7rWwZj57-IA/Xcl6N02r1II/AAAAAAAAII0/6FyqWffp2hgGB7FDFhaLq-De9pMa6B9xgCLcBGAsYHQ/s72-c/Pemimpin%2Byang%2BShiddiq.png
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2019/06/pemimpin-yang-shiddiq.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2019/06/pemimpin-yang-shiddiq.html
true
8173500209484125123
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy