$type=ticker$cols=4$label=hide

$type=slider$snippet=hide$cate=0$mt=hide$show=home

Pemimpin Profetik yang Fathanah

وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ (45) إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ (46) وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِ (47)
“Dan ingatlah hamba hamba Kami Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang memilki kekuatan, dan pandangan tajam, Kami  istimewakan mereka dengan keistimewaan mengingat akhirat, dan sungguh mereka termasuk orang orang yang terpilih dan terbaik.” [Q.S. Shad/38: 45-47].

Para Nabi sejak Ibrahim, Ishaq, Ya’qub hingga Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah para pemimpin dalam ibadah dan masyarakat bahkan negara. Allah memberikan mereka kekuatan dan kecerdasan yang dilandasi pemahaman mendalam terhadap wahyu Allah dan selalu menghadirkan ingatan akan kampung akhirat dalam diri mereka. Mereka fokus terhadap tujuan hidup mereka yaitu mendapatkan akhirat dengan mengatur dunia dengan hidayah Allah.

Kecerdasan dan keluasan ilmu syarat pemimpin sukses Allah berikan pula kepada raja Thalut. Allah berfirman tentang Raja Thalut, “Sesungguhnya  Allah telah memilih Thalut sebagai pemimpin atas Kalian, dan menambahi kalian kekuasan dalam ilmu dan kekuatan fisik”.

Allah bercerita tentang Nabi Dawud pahlawan yang berhasil membunuh Jalut, “Dan Dawud membunuh Jalut, dan Allah memberikannya kerajaan, hikmah dan Allah ajarkan kepadanya apa yang Dia kehendaki.

Fathanah atau kecerdasan adalah syarat mutlak keberhasilan dalam memimpin. Fathanah adalah kecerdasan dalam mendesain kepemimpinan, arah perjuangan, strategi mencapai tujuan; kecerdasan dalam menemukan solusi dalam menghadapi ancaman, dan kesulitan dalam memimpin serta mencapai tujuan.

Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah pemimpin yang cerdas dalam berdakwah dan jitu dalam menyiapkan kader kader dakwah dari para sahabatnya yang terdiri dari berbagai kalangan di antara mereka ada bangsawan, saudagar, pemuda, wanita, anak anak, bahkan pemimpin kaum marjinal.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam waktu yang sangat singkat menjadikan masyarakat yang ‘ummi’ dapat membaca dan memimpin dunia, dari masyarakat yang didominasi oleh berbagai kekuatan dunia, beliau antarkan untuk bisa menundukkan dunia dengan Islam. Beliau mengantarkan masyarakat tak berperadaban menjadi masyarakat  yang menjadi guru dunia.

Kecerdasan Rasulullah dalam mempimpin tergambar pada kesuksesan dalam memimpin dan mendidik keluarga, mendidik  para sahabat dan membangun masyarakat madani yang kuat  dan yang mampu menyebarkan Islam ke seluruh dunia lalu masyarakat dunia masuk ke dalam Islam dengan senang dan ridha.

Kecerdasan Rasulullah tampak dalam memenej potensi para sahabat untuk membangun berbagai keunggulan pada semua bidang. Para sahabat menguasai banyak ilmu dan menonjol dalam berbagai bidang, sehingga Rasulullah pernah mengatakan, “Yang paling jago dalam ilmu faraid adalah sahabatku Zaid bin Tsabit, yang paling jago dalam halal dan haram adalah Mu’adz bin Jabal, yang paling tahu dalam peradilan adalah Ali bin Abi Thalib.

Banyak ditemukan solusi cerdas dari Rasulullah dalam menghadapi masalah besar. Seperti ketika diboikot selama 3 tahun oleh orang-orang Quraisy, selama tiga tahun tersebut beliau dihalangi dari transaksi apapun dan tidak boleh melakukan interaksi apapun. Rasulullah dan bani hasyim dibatasi keberadaannya di lembah syi’ib, sungguh sesuatu kesulitan yang besar dan Rasulullah berhasil melalui ujian ini dengan sukses, yang akhirnya dokumen pemboikotan itu dirobek oleh tokoh Quraisy sendiri karena mereka menolak kezaliman.

Ketika baliau menghadapi penolakan total atas dakwah beliau di Mekah, beliau berhasil mencari jalan keluar untuk problem dakwah beliau dengan membuka lahan dakwah di Habasyah, dakwah di luar negeri, di benua afrika, sehingga para sahabat dapat berlindung di bawah raja yang adil. Kemudian membukan lahan dakwah di Madinah dan mengirimkan sahabat beliau yang cerdas Mus’ab bin Umair sehingga datanglah dari Madinah -sebelum hijrah- 12 orang masuk Islam dan berbaiat setia kepada Nabi. Kemudian tahun berikutnya datang lagi 73 orang berbaiat siap melindungi Nabi dan meminta beliau untuk berhijrah karena mereka siap menerima beliau sebagai pemimpin mereka. Dengan hijrahnya beliau -dua kabilah besar Aus dan Khazraj- yang tadinya bermusuhan berabad abad lamanya, bersatu dalam dan untuk membela Nabi.

Kecerdasan Rasulullah begitu tampak dalam menentukan dasar negara dan konstintusi negara Madinah yang terkenal dengan piagam madinah. Semua warga negara baik ahlul kitab maupun kaum muslimin mendapatkan perlindungan hukum yang sama, dan kesetiaan dalam membela negara dan bangsa.
Permasalahan Ekonomi yang dihadapi para sahabat muhajirin ketika awal hijrah adalah permasalahan yang tidak sederhana. Tapi dengan solusi mu-akhah (persaudaraan) antara muhajirin dan anshar yang kuat hingga mereka merasa bersaudara, hal ini membuat orang anshar dengan senang hati membagi kekayaan mereka dengan saudaranya dari kalangan muhajirin sehingga para pengungsi -dalam istilah sekarang- dalam jumlah ribuan dapat perlindungan dan rengkuhan dari saudara mereka, anshar.  Dengan itu masalaah ekonomi dan sosial dapat diatasi dan tidak terjadi konflik antara penduduk asli dan pendatang, justru menjadi sinergi.

Ketika perang Uhud Rasulullah mengatur pasukan sangat jitu dengan menempatkan pasukan panah di atas bukit Rumah. Beliau berpesan agar mereka tidak meninggalkan tempat, apapun kondisinya. Ringkasnya, Rasulullah dan para sahabat menang diawal peperangan. Hanya saja para pemanah tergoda untuk meninggalkan tempatnya sebelum dapat izin Rasulullah. Akhirnya, para sahabat diserbu pasukan musuh hingga banyak dari kaum muslimin yang terbunuh dan kocar kacir. Tapi Rasulullah berhasil menguasai kondisi. Dan di akhir peperangan, Abu Sufyan pempimpin Quraisy berdiri di mulut gunung Uhud dan Rasulullah serta para sahabat di sisi lainnya. Abu Sufyan teriak, “Di antara kalian ada Muhammad? Rasulullah bersabda, “Jangan dijawab”. Kemudian dia bertanya, “Di antara kalian ada Abu Bakar? Rasulullah menjawab, “Jangan dijawab”. Kemudian Abu Sufyan teriak lagi, “Di antara kalian ada Umar bin Khatthab? Rasulullah erbsabda, “Jangan dijawab”.

Kemudian Abu Sufyan beteriak, “U’lu hubal (hiduplah/tinggilah Hubal, berhala Quraisy). Rasululah bersabda jawablah, “Allah A’la wa Ajal (Allah lebih tinggi dan agung). Abu Sufyan berkata, “Al harbu bainana wa bainakum sijal (perang antara kami dan kalian bergilir). Rasulullah bersabda, “Tidak sama. Orang yang mati dari kami di surga dan yang mati dari kalian di neraka. Abu Sufyan berkata lagi, “Lanã ‘Uzza wa lã Uzza lakum (kami punya uzza -nama berhala Quraisy- dan kalian tidak punya ‘uzza. Rasulullah bersabda, “jawablah, Allah maulãna wa lã maulã lakum (Allah pelindung kami dan kalian tidak punya pelindung).”

Dari sini tampak bagaimana kecerdasan Rasulullah dalam menyikapi perang opini yang dilancarkan Abu Sufyan yang tidak subtantif dan tidak perlu dijawab. Ucapan propokatif Abu Sufyan yang perlu dibantah maka beliau dibantah dengan kalimat yang sangat menghujam dan mematahkan kesombongan Abu Sufyan.

Setelah selesai pembicaraan, Abu Sufyan kembali pulang ke Mekah, tapi ditengah perjalanan dia berfikir, kenapa dia tidak menyerang Rasulullah dalam kondisi pas lemah. Lantas dia berfikir kembali lagi ke Uhud lagi untuk menyerang. Rasulullah diberitahu oleh Jibril akan rencana Abu Sufyan. Dan disini kecedasan Rasulullah dalam menghadapi masalah tampak jelas, apa yang beliau lakukan, beliau memerintahkan para sahabat yang banyak dari mereka terluka dan meninggal, untuk berangkat mengejar Abu Sufyan dan berkata siapa yang beriman kepada Allah dan Rasulnya hendaklah berangkat mengejar Abu Sufyan. Semua sahabat yang sudah terdidik berangkat, dan ini yang diabadikan dalam Al-Qur’an “Yaitu orang orang yang mengindahkan Allah dan Rasulnya setelah mereka terkena luka, bagi yang berbuat baik dari mereka dan bertaqwa untuk mereka pahala yang besar”.

Setelah mengetahui apa yang dilakukan oleh Rasulullah yakni mengejarnya menjadikan Abu Sufyan berfikir kalau Rasulullah mendapatkan bantuan dari Madinah sehingga balik mengejarnya. Hal tersebut membuat dia ketakutan dan pulang ke Mekah dengan cepat. Abu Sufyan berusaha menakut-nakuti Rasulullah dengan membayar seseorang dengan mengatakan kepada Rasulullah agar kembali ke Madinah dan tidak meneruskan pengejaran Abu Sufyan, karena dia telah menyiapkan pasukan yang besar yang tidak terkalahkan. Para sahabat dalam menghadapi profokasi ini mengatakan, “Hasbunallah wa Nikmal Wakil”. Bersamaan dengan itu Abu Sufyan terus memacu kudanya kembali ke Mekah dan tidak berfikir menyerang Rasulullah. Ketika pra sahabat pulang ke madinah, pulang dalam kondisi aman dan memanfaatkan perjalaan sambil berdagang, Allah berfirman, “Mereka pulang dengan nikmat Allah dan karunianya, tidak menimpa mereka keburukan dan mereka mengikuti keridhaan Allah, dan Allah memiliki karunia yang agung”.  [mrp]
Penulis : Dr. Muinudinillah Basri (Dosen Pascasarjana UMS)

KOMENTAR

Nama

Ekonomi Islam,4,Ghazwul Fikri,4,Khazanah,1,Kolom,4,Mutiara Takwa,1,Opini,4,Sains,4,Sajian Khusus,13,Sajian Utama,15,
ltr
item
Majalah Tabligh: Pemimpin Profetik yang Fathanah
Pemimpin Profetik yang Fathanah
https://1.bp.blogspot.com/-VtBQ8MmmUss/Xcl2aLGgnyI/AAAAAAAAIIQ/rTh1mggQLokGorymkB9gmkzPwNr8-6kdQCLcBGAsYHQ/s320/Pemimpin%2BProfetik%2Byang%2BFathanah.png
https://1.bp.blogspot.com/-VtBQ8MmmUss/Xcl2aLGgnyI/AAAAAAAAIIQ/rTh1mggQLokGorymkB9gmkzPwNr8-6kdQCLcBGAsYHQ/s72-c/Pemimpin%2BProfetik%2Byang%2BFathanah.png
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2019/09/pemimpin-profetik-yang-fathanah.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2019/09/pemimpin-profetik-yang-fathanah.html
true
8173500209484125123
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy