$type=ticker$cols=4$label=hide$show=post

[Edisi Terbaru]_$type=three$m=0$rm=0$h=420$c=3$snippet=hide$label=hide$show=home

Bersiap Diri Sambut Ramadhan di Tengah Wabah Covid-19

Oleh : Imanuddin Kamil, Lc., M.Pd.I

Ada sekian cerita yang membedakan Ramadhan tahun ini dengan Ramadhan sebelumnya. Dari sekian cerita itu, yang pasti sama dialami seluruh kaum muslimin di segenap penjuru dunia adalah; sama-sama tengah dirundung Pandemi Covid-19.

Kondisi masih sangat tidak menentu. Entah sampai kapan virus corona ini akan berakhir. Data pasien di negeri kita saja belum menunjukkan tanda menurun. Yang ada setiap hari terus bergerak naik. Sebagian daerah; provinsi, kabupaten dan kota bahkan sedang bersiap menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Dapat dipastikan jika Ramadhan tahun ini kita harus melewatinya dalam kondisi keterbatasan. 

Jika ada rasa cemas, sedih, haru bahkan galau memikirkan dan membayangkan ibadah kita nantinya di Ramadhan ini, tentu sebuah perasaan yang sah-sah saja dan normal. Bahkan boleh jadi rasa itu sesuatu yang positif karena lahir dari hati seorang yang merindukan kebaikan Ramadhan. Hati yang cemas sekiranya tidak bisa optimal mengisi Ramadhan dengan ibadah dan amal soleh maksimal.

Apalagi surat edaran Kementerian Agama sudah diterbitkan. Himbauan MUI dan ormas-ormas Islam sudah disampaikan. Kira-kira pesannya; tarawih cukup dilakukan di rumah-rumah saja. Demikian juga tadarus dan tilawah serta i'tikaf. Zakat disegerakan, shalat 'iedul fithri masih belum pasti menunggu kondisi. Tradisi-tradisi sahur bersama dan ifthar jama'i baiknya dihindari. Mudik untuk shilaturahim ditahan dulu. Dan pastinya ucapan minal 'aidin wal faizin harus minus berjabat tangan.

Itulah setidaknya kondisi-kondisi Ramadhan yang melintas di benak kita pada tahun ini. Hati siapa yang tak haru membayangkannya. Saat semarak ibadah kaum muslimin serasa ada yang tak biasa. Saat suasana kemeriahan dan keceriaan ibadah seakan terbatasi kondisi wabah yang mengancam.   

Namun, apakah dengan segala kondisi yang ada yang dialami saat ini, mengurangi keberkahan dan anugerah Ramadhan kepada kita?  Menjadi berkurangkah fadhilah dan keistimewaannya untuk kita? Sekali-kali tidak. Ramadhan tetap akan hadir dengan keberkahan dan segenap anugerahnya, dengan segala keistimewaan dan fadhilahnya, tak berkurang. Bahkan bisa jadi kehadiran Ramadhan di tengah musibah ini sejatinya adalah oase di tengah sahara. Coba renungkan firman Allah berikut, "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." [Al-Baqarah: 216].

Maka apapun kondisi yang kita alami, kita tetap layak bersiap diri sambut tamu agung. Tarhib kita menjemput Ramadhan tetap antusias, gembira, penuh optimis. Ber-husnuzhan, Allah sedang menyiapkan skenario indah untuk kaum muslimin.

Tulisan ini mengajak kita berpikir positif untuk jalani Ramadhan di tengah musibah ini dengan kualitas maksimal. Sekalipun dengan segala keterbatasan yang ada. Untuk itu, ada beberapa sikap dan persiapan yang hendaknya menjadi agenda kita menyiapkan diri menjemput bulan kemuliaan ini.

Rasulullah SAW. bersabda,“Sungguh telah datang kepadamu bulan yang penuh berkah “syahrun mubarok”. Di dalamnya Allah mewajibkan kamu berpuasa, pintu-pintu sorga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Di dalam bulan Ramadhan terdapat malam yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Maka barangsiapa yang tidak berhasil memperoleh kebaikan Ramadhan sungguh ia tidak akan mendapatkan hal tersebut untuk selama-lamanya.” [Riwayat Ahmad, Nasa’i dan Baihaqi].

Bergembira dengan keutamaan yang diberikan Allah Swt. adalah perintah agama. Mari simak firman Allah SWT. dalam surat Yunus. “Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” [QS. Yunus (10): 58].

Ditinjau dari sisi kesehatan, ternyata menghadirkan kegembiraan dan kebahagiaan merupakan hal positif di tengah suasana bencana. Sebab bahagia dan gembira dapat memperbanyak enzim endorfin dalam tubuh. Menurut para ahli kesehatan, jenis hormon endorfin ini di dalam tubuh berfungsi sebagai pusat yang mengendalikan luka, rasa sakit dan stres. Selain itu, hormon ini juga mampu meningkatkan mood, menciptakan suasana ketenangan dalam diri dan dapat memicu peningkatkan imunitas dalam tubuh. Seorang ibu yang sedang sakit kepala, demi mendengar kabar kelulusan anaknya yang akan segera diwisuda, mendadak sakit kepalanya hilang. Ini terjadi karena hormon endorfin yang dikeluarkan dalam tubuhnya memberikan reaksi positif.       

1.      Maksimalkan Persiapan Diri

Persiapan diri menyambut bulan suci secara maksimal meliputi tiga aspek. Pertama adalah i'dad ruuhi (persiapan jiwa). Yang dimaksud persiapan jiwa adalah membersihkan    hati dan jiwa dari segala dosa yang mengotori hati. Karena Ramadhan adalah bulan suci, maka sejatinya kita memasukinya dalam kondisi bersih hati. Perbanyaklah beristighfar dan bertaubat kepada Allah agar Allah menghapus noda dosa yang akan menghalangi nikmat dan kekhusyuan ibadah. Termasuk persiapan jiwa adalah memanjatkan do’a agar dipertemukan dengan bulan mulia ini dan diberikan keselamatan lahir batin menjalaninya.

Yang kedua i’dad ‘ilmi (persiapan ilmu). Yang dimaksud persiapan ilmu adalah membekali diri dengan ilmu tentang Ramadhan; fikih shaum, qiyam ramadhan, i’tikaf, hukum zakat dan lainnya. Bekal ilmu di dalam ibadah penting bahkan menjadi satu di antara faktor utama penyebab diterimanya amal. Apalagi di tengah wabah Covid-19 ini, persiapan ilmu menjadi penting untuk bisa memastikan bahwa apa yang dilakukan tidak keluar dari tuntunan syari’at. Terlebih untuk para orang tua terutama ayah yang Ramadhan ini akan lebih banyak berinteraksi dengan keluarga, menjadi imam taraweh keluarga, memimpin tadarus di rumah dan tugas lainnya. Ini tentu menuntunya untuk lebih meningkatkan kapasitas ilmu.       

Yang ketiga i’dad ‘amali (persiapan amal). Maksud dari persiapan amal adalah bagaimana diri ini dikondisikan untuk siap melakukan aktifitas amal panjang selama bulan Ramadhan. Jika dalam olah raga kita mengenal istilah pemanasan (warming up), kira-kira seperti itulah pesan dari i’dad ‘amali ini. Sebuah upaya beradaptasi dengan amalan Ramadhan secara cepat, efektif dan efisien.

2.      Rancang Program Unggulan

Karena keberkahan waktu yang ada pada bulan Ramadhan, maka kebaikan apapun yang dilakukan di bulan ini sebetulnya menjadi istimewa. Hal itu disebabkan pelipatgandaan pahala yang diberikan Allah Swt. Namun jika merujuk ayat-ayat shaum [QS. 2: 183-187] dan hadits-hadits tentang Ramadhan, akan ditemukan beberapa amalan unggulan atau prioritas yang tidak boleh luput di bulan ini. Amalan-amalan tersebut menjadi esensi dari Ramadhan itu sendiri.

Pertama; ibadah shaum sebagaimana disebutkan ayat 183 di surat Al-Baqarah. Ibadah shaum adalah prioritas ibadah di bulan Ramadhan ini. Karena itu jangan sampai memasuki bulan Ramadhan tapi tidak shaum tanpa alasan syar’i. Orang-orang yang diberi ‘udzur syar’i boleh tidak melakukan shaum sudah diatur dalam syari’at. Mereka bisa menggantinya di waktu yang lain atau membayar fidyah.

Kedua; tilawah quran, diisyaratkan ayat185 yang menyebutkan Ramadhan sebagai syahrul quran (bulan Al-Quran), bulan diturunkannya. Sehingga membaca Al-Quran di bulan diturunkannya ini menjadi sedikit berbeda dan istimewa. Ketiga; berdo’a, seperti yang ditunjukkan ayat 186 yang menjelaskan begitu dekatnya Allah dengan hamba-Nya. Disisipkannya ayat tentang do’a di antara ayat-ayat shaum Ramadhan menunjukkan bulan ini sebagai momen spesial setiap hamba mengajukan proposal hidupnya kepada sang pemiliknya, sekaligus menandakan begitu dekatnya Allah dengan ahli shaum..

Keempat; qiyam ramadhan seperti dijelaskan dalam hadits, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Kelima; banyak bersedekah, seperti ditunjukkan dalam beberapa hadits, “Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” [HR. Tirmidzi]. Dan juga hadits tentang kedermawanan rasulullah Saw. di bulan Ramadhan sebagaimana diceritakan Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan. Dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat beliau bertemu Jibril. Jibril menemuinya setiap malam untuk mengajarkan Al Qur’an. Dan kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melebihi angin yang berhembus.” [HR. Bukhari].

3.      Memasjidkan Rumah Sendiri

Di masa pandemi Covid-19 ini rumah telah menjadi tempat terbaik dan terbilang paling aman dibanding tempat lainnya. Beberapa istilah bermunculan, Stay at Home, Work from Home, di rumah aja, belajar di rumah dan istilah-istilah lainnya. Saat ini rumah telah didesain menjadi pusat belajar anak, menjadi kantor tempat bekerja, menjadi tempat rekreasi bahkan juga menjadi tempat perawatan.

Di bulan Ramadhan ini, fungsi rumah tentu bertambah lagi. Walaupun kegiatan ibadah sudah biasa dilakukan di rumah sejak diberlakukan social distancing, namun di bulan Ramadhan tentu intensitasnya akan lebih meningkat. Hal itu karena iklim Ramadhan memberi suasana yang lain bagi semaraknya ibadah di bulan suci ini. Sesuai arahan pemerintah dan MUI, kegiatan tarawih akan berpusat di rumah. Tadarus, tilawah dan kegiatan ta’lim yang biasa semarak di bulan suci ini juga akan difokuskan di rumah. Artinya rumah betul-betul menjadi sentral kegiatan Ramadhan keluarga. Dalam bahasa lain rumah yang “dimasjidkan”.  

Jika pembinaan Ramadhan di rumah ini benar-benar efektif, ini menjadi momen tarbiyyah massal dan masif yang dahsyat. Momen pembinaan ketahanan rumah tangga yang sangat fenomenal. Momen pembentukan rumah tangga yang kuat secara mental spiritual. Menjadi waktu terbaik keluarga merencanakan tipe rumah seperti apa kira-kira yang ingin dibangunnya di surga kelak.

Inilah barangkali sisi positif dan hikmah yang yang bisa dipetik kaum muslimin pada Ramadhan tahun ini. Kegiatan ramadhan yang berpusat di rumah, mempunyai peluang besar melahirkan keluarga (bukan lagi personal) bertakwa. Maka apabila keluarga-keluarga ahli takwa yang muncul ini merata secara nasional, keberkahan berbangsa dan bernegara pun akan terwujud di negari kita ini. Bukankah Allah berjanji, “Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” [QS.Al-A’raf (7) : 96]. Wallahu a’lam bishawab. []

KOMENTAR

Nama

Buya Risman,36,Edisi Terbaru,14,Ekonomi Islam,7,Ghazwul Fikri,6,Infografis,2,Khazanah,8,Kolom,70,Mutiara Takwa,5,Opini,7,Sains,4,Sajian Khusus,17,Sajian Utama,25,
ltr
item
Majalah Tabligh: Bersiap Diri Sambut Ramadhan di Tengah Wabah Covid-19
Bersiap Diri Sambut Ramadhan di Tengah Wabah Covid-19
https://1.bp.blogspot.com/-zWO-sI9Qb3Y/Xr1K1KRIFKI/AAAAAAAAA_I/_8FiZt-dXbI-YVQ2P6gzp1hJE0vfy4oggCLcBGAsYHQ/s320/Imanuddin-kamil.png
https://1.bp.blogspot.com/-zWO-sI9Qb3Y/Xr1K1KRIFKI/AAAAAAAAA_I/_8FiZt-dXbI-YVQ2P6gzp1hJE0vfy4oggCLcBGAsYHQ/s72-c/Imanuddin-kamil.png
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2020/04/bersiap-diri-sambut-ramadhan-di-tengah-wabah.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2020/04/bersiap-diri-sambut-ramadhan-di-tengah-wabah.html
true
945971881399728876
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy