$type=ticker$cols=4$label=hide$show=post

[Edisi Terbaru]_$type=three$m=0$rm=0$h=420$c=3$snippet=hide$label=hide$show=home

Meraih Berkah Di Tengah Musibah


Sedih memang perasaan dalam hati kita bahwa Ramadhan 1441 H akan berlangsung bukan seperti bulan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya yang penuh dengan kegembiraan, baik dalam urusan ibadah maupun dalam urusan muamalah duniawiyah. Di bulan Ramadhan, selain berpuasa di siang hari, Masjid-Masjid kita di malam hari penuh dengan kegiatan ibadah dan dakwah. Bukan sekedar shalat tarawih berjamaah dan taushiyah, tetapi juga kegiatan buka bersama para jamaah di Masjid. Duduk bersila menghadapi makanan ringan, kurma dan teh panas plus kue dan makanan ringan lainnya sambil menunggu azan maghrib dikumandangkan, kadang-kadang diisi juga dengan Pengajian Singkat. 

Bila azan maghrib diserukan oleh muazzin pertanda waktu berbuka sudah masuk, para jamaah tua muda termasuk anak-anak dengan penuh gembira menjemput makanan kecil yang ada di depannya untuk membukakan puasanya, meneguk sedikit air teh hangat sekedar mengisi perut yang kosong sebelum melaksanakan shalat maghrib berjamaah. Kegembiraan bulan Ramadhan seperti itu telah berlangsung puluhan tahun malah ratusan tahun di berbagai belahan dunia di mana umat Islam berada dengan tradisi yang berbeda-beda.

Pada bulan Ramadhan tahun ini, semua kegembiraan yang pernah kita nikmati selama berpuluh-puluh tahun sebelumnya hanya tinggal kenangan. Barangkali inilah saatnya kita merasakan kesedihan Ramadhan yang berpuluh-puluh tahun malah sampai sekarang yang dirasakan oleh saudara-saudara kita sesama muslim di negara yang berada di bawah kekuasaan komunis seperti di Uighur, di Rohingya Myanmar dan di Palestina yang berada di bawah kekuasaan Zionis Israel. Mereka bukan hanya sekedar tidak bisa buka bersama di Masjid, tetapi di antara mereka yang dilarang berpuasa, tidak bisa menyelenggarakan ibadah di Masjid, dan banyak lagi penderitaan yang harus mereka untuk mempertahankan agama Islam yang mereka yakini. Barangkali kita sangat pantas bersyukur, kita tinggal di Negara yang secara konstitusional pemerintah wajib memberikan perlindungan terhadap rakyatnya untuk beribadah menurut agama keyakinannya. 

Ketika kita semua harus berhadapan dengan pandemi Covid-19 yang dapat mengancam keselamatan manusia di seluruh dunia, wajib hukumnya kita memelihara keselamatan diri sendiri, keluarga dan orang lain dengan cara menjaga jarak untuk memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 tersebut, sesungguhnya kita masih memiliki kesempatan yang luar biasa, yaitu melaksanakan shalat berjamaah di rumah kita masing-masing.

Rasulullah SAW bersabda:
عن ابن عمر عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : " اجعلوا في بيوتكم من صلاتكم ولا تتخذوها قبوراً ". رواه البخاري ( 422 ) ومسلم ( 777 )

 Dari Ibnu Umar dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Kerjakan lah shalatmu di rumahmu, dan jangan jadikan rumah menjadi kuburan [H.R. Bukhari dan Muslim]. 

Maksud hadist tersebut menurut Imam Nawawi, adalah mengerjakan shalat-shalat sunat. Jangan kamu jadikan rumahmu sebagai kuburan, yaitu rumah yang tidak pernah dilaksanakan shalat di dalamnya. Artinya: kerjakanlah shalat-shalat sunat itu di rumah. 

عن جابر قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " إذا قضى أحدكم الصلاة في مسجده فليجعل لبيته نصيباً من صلاته فإن الله جاعل في بيته من صلاته خيراً " رواه مسلم
Dari Jabir, dia berkata: Berkata Rasulullah SAW: "Apabila salah seorang kamu mengerjakan shalat di Masjid, maka jadikan sebagian shalatnya, karena Allah dengan sebab shalatnya itu akan menjadikan di rumahnya kebaikan. [H.R. Muslim]

وفيه : أن النفل في البيت أفضل منه في المسجد ولو بالمسجد الحرام … " فيض القدير"  1 / 418 
 Imam Nawawi juga mengatakan, bahwa shalat sunat itu lebih utama di rumah dari pada di Masjid, sekalipun Masjidil Haram. 

عَنْ زيدِ بنِ ثابتِ ، أَنَّ النَّبيَّ ﷺ قالَ: صلُّوا أَيُّها النَّاسُ فِي بُيُوتِكُمْ، فَإنَّ أفضلَ الصَّلاةِ صلاةُ المَرْءِ في بَيْتِهِ إِلاَّ المكْتُوبَةَ متفقٌ عَلَيْهِ.

Dari Zaid bin Tsabit, bahwasanya Nabi SAW berkata: "shalatlah kamu Wahai manusia di rumahmu, maka sesungguhnya shalat seseorang yang lebih utama adalah di rumahnya kecuali yang diwajibkan (muttafagun 'alaihi). 

Inilah saatnya kita meraih kesempatan yang luar biasa, yaitu melaksanakan shalat-shalat sunat di rumah selain dari shalat wajib karena ada uzur syar' i yang menghalanginya.

Ada beberapa keuntungan dan faedah, ketika kita melaksanakan shalat berjamaah di rumah antara lain:

1. Terciptanya suasana ibadah di rumah tangga muslim. Dengan bacaan Al Fatihah dan ayat-ayat Al Quran secara jahar yang dibaca ketika shalat, melahirkan nuansa ilahiyah yang sangat kental. Rumah-rumah yang di dalamya dibacakan ayat-ayat Al Quran akan dapat membersihkan rumah tersebut dari makhluk pengganggu, syayathinul jinni karena shalat adalah cara rukyah yang paling ma'tsurat.

2. Dengan pelaksanaan shalat tarawih di rumah selama Ramadhan sekaligus sebagai sebuah proses pendidikan di rumah tangga muslim, karena semua anggota merasa berkewajiban untuk ikut melaksanakannya yang barangkali sebelumnya mereka malas-malasan, tetapi dengan shalat di rumah mereka akan berusaha mengikuti sebaik mungkin. 
3. Dengan kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan di rumah mulai dari sahur, buka puasa bersama, shalat berjamaah, taushiyah dan tadarus yang diikuti oleh semua anggota keluarga akan menambah cinta kasih dan kasih sayang, antara ayah dan ibu, ayah ibu dan anak-anaknya dan semua anggota keluarga, insya Allah. 

Semoga Allah SWT memberikan kekuatan iman, kedamaian serta kasih sayang kepada seluruh keluarga muslim yang mau meraih berkah di tengah mushibah, amien.

Nashrun Minallahi Wa Fathun Qarieb


 Risman Muchtar

KOMENTAR

BLOGGER: 1
  1. Mantap buya..👍👍
    Mohon maaf lahir dan bathin buya, selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1441 H, semoga kita semua menjadi pribadi yang bertaqwa..aamiin

    BalasHapus


Nama

Buya Risman,36,Edisi Terbaru,39,Ekonomi Islam,8,Ghazwul Fikri,6,Infografis,3,Khazanah,8,Kolom,73,Konsultasi,4,Mutiara Takwa,5,Opini,10,Sains,4,Sajian Khusus,17,Sajian Utama,50,
ltr
item
Majalah Tabligh: Meraih Berkah Di Tengah Musibah
Meraih Berkah Di Tengah Musibah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg8ahI48jRSYugkvOlNMhfw8u5aJ5UlbuD-FTt-ebpzm-aaNsG4n45tNX3srKu7t6TRbuEbpkMYJPsFAc6AfeCKseaVvcLvOm83-N2pnqIA50hx0joBLcYHouPKUAcdjqOtVyLUdJAUZI/s320/Buya-Risman-Muchtar1.jpeg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhg8ahI48jRSYugkvOlNMhfw8u5aJ5UlbuD-FTt-ebpzm-aaNsG4n45tNX3srKu7t6TRbuEbpkMYJPsFAc6AfeCKseaVvcLvOm83-N2pnqIA50hx0joBLcYHouPKUAcdjqOtVyLUdJAUZI/s72-c/Buya-Risman-Muchtar1.jpeg
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2020/04/meraih-berkah-di-tengah-musibah.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2020/04/meraih-berkah-di-tengah-musibah.html
true
945971881399728876
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy