$type=ticker$cols=4$label=hide$show=post

[Edisi Terbaru]_$type=three$m=0$rm=0$h=420$c=3$snippet=hide$label=hide$show=home

Tradisi Mudik Di Bawah Ancaman Penyebaran Covid-19


Tradisi mudik di Indonesia telah menyatu dengan perayaan Idul Fithri. Bagi masyarakat perantau di perkotaan, merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri dapat berlebaran di kampung halaman, sekalipun mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Kesulitan dalam perjalanan yang mereka hadapi, bagi mereka menjadi sebuah kenangan tersendiri dan semakin menambah nilai-nilai kebahagiaan yang mereka nikmati selama berada di kampung halaman. 

Agenda tahunan masyarakat berupa tradisi mudik Idul Fitri 1441 H terancam batal karena kini dunia dan negeri kita Indonesia dilanda oleh wabah virus corona sebagai pandemi yang sangat menakutkan yang dengan mudah dapat menular dari seseorang kepada orang lain. 

Berdasarkan data Worldometers , sampai pukul 15.30 WIB, 8 April 2020, jumlah total kasus positif corona di seluruh dunia telah menyentuh angka 1.434.825 pasien. Sejauh ini, pandemi virus corona yang mulai muncul sekitar 3 bulan lalu, telah menelan korban sebanyak 82.156 jiwa. Angka kematian pasien Covid-19 di seluruh dunia tersebut terhitung setelah ada tambahan data pasien meninggal sebanyak 6.800-an jiwa dalam sehari terakhir. 

Pemerintah telah memberikan imbauan dan membuat regulasi yang tegas bahwa tahun ini tradisi mudik ditunda, karena para pemudik sangat berpotensi menjadi carrier (pembawa) atau penyebar virus corona ke kampung mereka masing-masing. 

Salah satu tujuan diturunkannya syariat Islam melalui para RasulNya oleh Allah SWT adalah untuk memelihara jiwa manusia ( hifzhunnafsi ). Itulah sebabnya kenapa membunuh orang, bunuh diri serta melakukan perbuatan yang dapat menyebabkan kematian diharamkan dalam ajaran Islam.

Dalam salah satu qawaidun nawahi disebutkan bahwa larangan atas sesuatu berarti juga larangan atas segala jalan-jalannya ( Annahyu 'ansyai-in nahyun 'an wasaa-ilih ). Ketika virus Covid-19 menjadi pandemi, maka para pemudik berpotensi menjadi carrier (penyebar) virus tersebut kepada keluarga, tetangga dan orang kampungnya. Banyak data menunjukkan bahwa seseorang yang baru datang dari suatu Kota atau negara lain ternyata positif penderita Covid-19 dan berpotensi menyebarkan virus berbahaya itu kepada orang lain. 

Di masa Rasulullah SAW diberlakukan karantina wilayah atas suatu negeri yang terjangkit wabah penyakit menular secara konsisten dan konsekwen. Sabda Rasulullah SAW:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ [يعني : الطاعون] بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْه. روى البخاري (5739) ، ومسلم (2219) 
Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya.

Orang-orang yang di luar dilarang masuk dan orang-orang yang berada di dalam tidak boleh keluar, dan yang sehat tidak boleh bercampur dengan yang sakit. 

Di masa Amru Bin 'Ash menjabat sebagai Gubernur di Negeri Syam pernah terjadi waba' (wabah penyakit menular) maka beliau memberlakukan peraturan social distancing (menjaga jarak) untuk  memutus mata rantai penularannya, dengan mengeluarkan sebuah perintah yang berbunyi:

"الوباء كالنار وأنتم وقودها تفرقوا حتى لا تجد مايشعلها فتنطفئ"
Wabah penyakit itu seperti api, dan kamu adalah kayubakarnya, jagalah jarak di antara kalian, sehingga api itu tidak dapat menyulutnya, niscaya api itu padam dengan sendirinya. 

Wabah apapun termasuk Corona akan melewati masa inkubasinya. Semakin optimal ikhtiyar yang dilakukan, insya Allah semakin cepat "Badai Wabah Ini Berlalu". Menurut para ahli puncak penyebaran virus ini akan terjadi sekitar bulan Mei, dan mudah-mudahan di saat Hari Raya Idul Adha 1441 H kondisi normal kembali. 

Barangkali perlu menjadi wacana "TRADISI MUDIK DIALIHKAN DARI IDUL FITHRI KE IDUL ADHA" dengan even penting "Sembelih Korban Bersama Orang Rantau dan Orang Kampung". InsyaAllah tradisi mudik akan lebih meriah. Pemerintah menyiapkan regulasi mengalihkan "Kalender Cuti Bersama" bersamaan dengan hari-hari tasyriq. Tradisi Mudik tidak batal tetapi ditunda, insya Allah. Nashrun Minallahi Wa Fathun Qarieb 

Jakarta, April 2020

Wassalamualaikum
Risman Muchtar

KOMENTAR

Nama

Buya Risman,36,Edisi Terbaru,14,Ekonomi Islam,7,Ghazwul Fikri,6,Infografis,2,Khazanah,8,Kolom,70,Mutiara Takwa,5,Opini,7,Sains,4,Sajian Khusus,17,Sajian Utama,25,
ltr
item
Majalah Tabligh: Tradisi Mudik Di Bawah Ancaman Penyebaran Covid-19
Tradisi Mudik Di Bawah Ancaman Penyebaran Covid-19
https://1.bp.blogspot.com/-WeEHBoO9yGk/XpBGILbenLI/AAAAAAAAAyE/nzrm-fwZbCoMMA3mXdUqQEiY9BfGbaQYACPcBGAYYCw/s320/Risman_Muchtar_.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-WeEHBoO9yGk/XpBGILbenLI/AAAAAAAAAyE/nzrm-fwZbCoMMA3mXdUqQEiY9BfGbaQYACPcBGAYYCw/s72-c/Risman_Muchtar_.jpg
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2020/04/tradisi-mudik-di-bawah-ancaman.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2020/04/tradisi-mudik-di-bawah-ancaman.html
true
945971881399728876
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy