$type=ticker$cols=4$label=hide$show=post

[Edisi Terbaru]_$type=three$m=0$rm=0$h=420$c=3$snippet=hide$label=hide$show=home

Al-Māi'dah 51, Buya Yun rahimahullāh, dan Pak Ahok

Hari itu, menjelang pertengahan Nopember 2016. Buya Yun rahimahullāh telepon saya. "Fathur, bantu saya ya untuk menjawab beberapa pertanyaan tertulis dari penyidik Bareskrim Polri terkait posisi sebagai saksi ahli pada persidangan Ahok." Tak perlu mikir lama, saya nyatakan "siap", sekalian minta diemailkan beberapa pertanyaan yang dimaksud.14 Nopember 2016 draft jawaban dan beberapa soft file kitab/hasil penelitian (disertasi) berbahasa Arab saya kirimkan kepada beliau via email.

21 Februari 2017, saya diamanahi mendampingi Buya Yun menghadiri persidangan Ahok atas dakwaan penistaan Al-Qur'an terkhusus Surah Al-Maidah 51. Tentu tak ketinggalan Uni (isteri Buya yang setia membersamai beliau). Ruang tunggu (isolasi) Kejaksaan terasa "menegangkan", tak semata karena ketatnya penjagaan oleh aparat Polri dan TNI, tapi juga kepungan ratusan ribu masa yang menggelar unjuk rasa di luar gedung Kementerian Pertanian, termasuk di depan Gedung Parlemen. Tuntutannya mengkerucut: penjarakan Ahok!

Yang tak mungkin saya lupakan ialah pertanyaan hakim ketua terkait inti masalah : penistaan, dan makna kata "awliyā' " yang tertera pada Ayat 51 QS. AL-Mā'idah. Dengan penuh keyakinan Buya Yun menjawab bahwa pernyataan Pak Ahok dari perspektif teologi Islam termasuk penistaan. Dan bahwasanya makna "awliyā' " dalam ayat tersebut adalah "pemimpin" atau "penguasa" struktural yang dipilih oleh rakyat secara elektoral dalam pemilihan umum. Termasuk dalam kategori pemimpin ini misalnya; presiden, gubernur, bupati/walikota.

Ketika hakim mengkonfirmasi lebih lanjut, bagaimana dengan pandangan yang menyatakan bhw makna "awliyā' " adalah sahabat setia, penolong, kekasih dst?. Buya Yun rahimahullāh menjawab, memang benar makna-makna tersebut melekat dengan kata "awliyā' ", akan tetapi bersifat parsial. Sementara dalam makna "pemimpin" tercakup segala predikat sebagai teman setia, penolong, kekasih  dst. Jadi, firman Allah yang berbunyil "lā tattakhidzū al-Yahūdā wa al-Nashārā awliyā' " artinya : "Janganlah kalian jadikan Yahudi dan Nashrani sebagai pemimpinmu."

Satu lagi, beliau hadir sebagai representasi resmi Muhammadiyah. []

Oleh: Fathurrahman Kamal
(Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah)

KOMENTAR

Nama

Buya Risman,36,Edisi Terbaru,14,Ekonomi Islam,7,Ghazwul Fikri,6,Infografis,2,Khazanah,8,Kolom,70,Mutiara Takwa,5,Opini,7,Sains,4,Sajian Khusus,17,Sajian Utama,25,
ltr
item
Majalah Tabligh: Al-Māi'dah 51, Buya Yun rahimahullāh, dan Pak Ahok
Al-Māi'dah 51, Buya Yun rahimahullāh, dan Pak Ahok
https://1.bp.blogspot.com/-0knGGRql_0E/Xqz9PfVNimI/AAAAAAAAA8A/cftWjp07akcEHmMEwRS_OCQvvlXOnwFlQCLcBGAsYHQ/s320/Fathurrahman-kamal-imania.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-0knGGRql_0E/Xqz9PfVNimI/AAAAAAAAA8A/cftWjp07akcEHmMEwRS_OCQvvlXOnwFlQCLcBGAsYHQ/s72-c/Fathurrahman-kamal-imania.jpg
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2020/05/al-madah-51-buya-yun-dan-ahok.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2020/05/al-madah-51-buya-yun-dan-ahok.html
true
945971881399728876
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy