$type=ticker$cols=4$label=hide$show=post

[Edisi Terbaru]_$type=three$m=0$rm=0$h=420$c=3$snippet=hide$label=hide$show=home

THE NEW NORMAL: Life After Pandemic


ENTAH sudah berapa juta umat Islam yang kini memakai teknologi konferensi tatap muka online semacam Zoom Meeting, atau aplikasi lain serupa seperti Adobe Connect, Cisco WeBex, Google Hangouts Meet, Microsoft Teams, GotoMeeting, Facetime, Slack, FreeConference, JitSi dan sejenisnya. Hampir setiap hari, undangan Conference berdatangan bahkan beberapa diantaara conference itu dilakukan rutin. Menggunakan banyak frame agenda, kini masyarakat, khususnya Umat Islam mulai terbiasa bertatap muka menggunakan perangkat teknologi, dan meninggalkan cara-cara konvensional. Jika sebelumnya hanya Video Call WhatsApp dah Skype yang digunakan, kini varian serupa mulai banyak dimanfaatkan. Selain lebih kaya fitur, teknologi-teknologi baru yang dikenal belakangan, ternyata lebih kaya manfaat.
Bagaimana tidak, para Ustadz yang sebelumnya harus berangkat dakwah menggunakan kendaraan ke tempat ceramah, kini tidak lagi. Cukup hidupkan Smartphone, klik aplikasi Konferensi Daring, maka pengajian bisa berlangsung. Bahkan, jika menggunakan aplikasi berbayar, penyelenggara pengajian bisa mengundang ratusan jamaah, bahkan ribuan, tergantung kemampuan bayar bulanan terhadap aplikasi tersebut. Oleh karenanya, apabila sebelum pandemic, seorang ustadz tidak memiliki smartphone, maka karena tuntutan situasi, barang canggih tersebut “terpaksa” dibeli, agar program ceramahnya tidak terputus. Teknologi tatap muka daring yang awalnya menjadi barang mahal, yang biasanya hanya khusus digunakan untuk dunia perkuliahan jarak jauh, kini sudah digunakan oleh para panitia pengajian untuk tetap menjalankan program dakwah rutin mereka. Bahkan, bagi para tokoh tertentu, kini mereka bisa memiliki channel sendiri, memanfaatkan wawancara jarak jauh menggunakan aplikasi tatap muka yang ada.
Selain itu, Umat Islam yang kini terhenti usahanya karena pandemic, juga tidak mau menyerah. Bantuan teknologi, telah mengubah cara hidup mereka. Jika sebelumnya jual beli hanya dilakukan melalui cara konvensional di toko-toko dan pasar, maka kini tidak lagi demikian. Selain membuka toko  online melalui aplikasi semacam Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Blibli, OLX dan semacamnya, maka emak-emak ibu rumah tangga mulai kreatif. Jual beli dilakukan menggunakan grup komunitas Telegram maupun WhatsApp. Hasilnya cukup menarik. Cara-cara dagang berbasis teknologi, telah mengubah cara hidup setiap orang. Jika semula harus bertemu dan serah terima barang melalui tatap muka alias COD (Cash On Delivery), maka kini perdagangan mereka, bisa dilakukan secara online menggunakan jasa antar jemput dagangan. Maka ketika para ojek online tidak lagi boleh mengangkut manusia, satu-satunya solusi bagi mereka adalah antar jemput barang. Salahsatunya, ya barang dagangan. Oleh karena itu, siasat demi siasat di masa pandemic, ternyata terus bermunculan dengan hal-hal baru.
Fenomena Baru
Maka tidak heran, perkembangan kehidupan baru, mau tidak mau juga telah mengubah peta bisnis. Meskipun mal dan toko komputer tutup, namun bukan berarti jual beli barang elektronik pintar itu berhenti. Portal dan website mereka kini kebanjiran order. Mereka tetap bisa melakukan transaksi besar selama pandemic. Bahkan, jasa service elektronik pun malah makin kreatif. Jika semula pengguna barang elektronik harus membawa benda elektroniknya ke service center, tapi kini person pemilik keahlian jasa service electronic, laris manis karena mereka jadi dimanfaatkan oleh rumah-rumah penduduk untuk dipanggil ke rumah, membetulkan peralatan elektronik mereka yang rusak.
Yang bikin kagum adalah, semangat mempelajari cara hidup selama masa pandemic, ternyata cukup besar. Dulu, yang rajin muncul di layar smartphone, khususnya agenda pengajian, kalau nggak Ustadz Abdul Somad, Ustadz Adi Hidayat, dan beberapa Ustadz favorit online seperti AA Gym, Felix Siauw, sebagainya. Merekalah yang sering menjadi rujukan tontonan Umat di layar Handphone. Namun kini, penceramah tak segan belanja software via online untuk bisa membuat kemasan serupa dengan para seniornya. Tak sedikit yang mengaku kini mereka sudah terbiasa dengan kerja mandiri: merekam, mengedit, dan mengedarkan sendiri hasil karya take camera-nya. Vlog yang dibikin, tak lagi membutuhkan tenaga banyak, karena seluruh software maupun teknologi untuk mengemasnya, sudah disediakan di berbagai toko online. Pada akhirnya, masyarakat dibuat terbiasa memproduksi sendiri, dan melempar ke dunia maya juga dilakukannya sendiri. Hidup independen semacam ini, benar-benar terjadi di berbagai sektor.
Hal itu terjadi, karena masyarakat mulai berubah, dari kebiasaan semula yang enggan menyentuh mesin pencari data semacam Google, kini menjadi user internet aktif.  Mereka yang lebih dulu mendapat informasi penting dari internet, kemudian menyebarkannya melalui komunitas grup media sosial. Dari sanalah, perubahan itu terjadi. Informasi dari grup ke grup media sosial itulah, yang menyebabkan edukasi di luar kampus berlangsung tanpa henti sepanjang waktu. Sekarang, kuncinya tinggal satu: yakni kuota. Tampaknya, provider juga paham akan perubahan ini. Ada indikasi, harga pulsa internet mulai ada kenaikan. Hanya saja, masyarakat tampaknya tidak punya jalan lain. Karena tanpa membeli kuota yang cukup, maka proses alih teknologi di atas menjadi masalah. Maka dari itu. Berapapun harganya, masyarakat tetap akan membeli. Yang jelas, ini akan menjadi modal penting. Bahwa, setelah pandemic usai nanti, masyarakat akan tahu dan bisa memiliki cara baru hidup normal (New Normal), setelah sekian lama belajar dalam keterpaksaan selama wabah ini....
..Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Tabligh edisi Juni 2020...

KOMENTAR


Nama

Buya Risman,36,Edisi Terbaru,39,Ekonomi Islam,8,Ghazwul Fikri,6,Infografis,3,Khazanah,8,Kolom,73,Konsultasi,4,Mutiara Takwa,5,Opini,10,Sains,4,Sajian Khusus,17,Sajian Utama,50,
ltr
item
Majalah Tabligh: THE NEW NORMAL: Life After Pandemic
THE NEW NORMAL: Life After Pandemic
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOU-ewqST1f_vbNsigNZD-MFcp4Up9coIScFm6u59JfDa_QcN-q1ESiYE0RopdqNCSecST8BOnwjpJA2XQhk_XlLvlcXBGx5hsJsjNe3YXIH0OZ6h8NV1jMsj6WehBTwToyz8eLcFCZ6Y/s320/MT+Juni+2020+-+cover.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOU-ewqST1f_vbNsigNZD-MFcp4Up9coIScFm6u59JfDa_QcN-q1ESiYE0RopdqNCSecST8BOnwjpJA2XQhk_XlLvlcXBGx5hsJsjNe3YXIH0OZ6h8NV1jMsj6WehBTwToyz8eLcFCZ6Y/s72-c/MT+Juni+2020+-+cover.png
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2020/06/the-new-normal-life-after-pandemic.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2020/06/the-new-normal-life-after-pandemic.html
true
945971881399728876
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy