$type=ticker$cols=4$label=hide$show=post

[Edisi Terbaru]_$type=three$m=0$rm=0$h=420$c=3$snippet=hide$label=hide$show=home

Tantangan Dakwah Kontemporer yang Harus Dihadapi Da'i/Mubalig: Optimalisasi Kerukunan Umat Beragama


Perbedaan sangat berpotensi memiliki dua fungsi yang saling berlawanan, yaitu: Pertama, sebagai pemicu konflik dan; Kedua, sebagai perekat keragaman.

1) Ketika kita memakai kerangka berpikir “Konflik”, maka kita akan memandang kelompok lain sebagai lawan yang harus dihabisi. 

  • Perbedaan selalu mencari celah-celah perbedaan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, seperti; perbedaan ideologi, penafsiran, dan kebudayaan. 
  • Perbedaan ideologi sudah menjadi kewajaran dalam setiap kelompok, sehingga sebagian bangsa Indonesia tidak terlalu mempermasalahkan perbedaan tersebut selama tidak mengusik.
  • Perbedaan ideologi akan menjadi sumber konflik ketika ada satu kelompok yang ingin mengganti atau memaksakan ideologinya kepada kelompok lainnya. 

2)  Perbedaan itu justru dapat mempererat keragaman dan saling melengkapi kekurangan satu sama lain:

  • Perbedaan merupakan sebuah keniscayaan yang perlu dirawat bersama.
  • Perbedaan merupakan wujud dari kekayaan sumber daya manusia dan sumber daya alam di dunia.

Namun seringkali kerangka berpikir konflik mendominasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Hal tersebut memicu konflik-konflik yang tidak diinginkan, misalkan: (1.) konflik antar agama; (2.) konflik internal agama, dan; (3.) konflik antara kelompok umat beragama dengan pemerintah.

Oleh karena itu, untuk mencegah dan nenanggulangi adanya konflik dalam perbedaan, maka perlu ada konsep dan langkah-langkahnya untuk menguatkan kerangka berpikir kedua, yaitu perbedaan sebagai perekat keragaman. 

Ketika Bapak Jenderal Alamsyah Ratu Perwiranegara (1925-1998) menjabat sebagai Menteri Agama pada tahun 1978-1983, ia menerapkan konsep kerukunan antar umat beragama. 

Konsep kerukunan antar umat beragama ini terdiri dari tiga hal atau bisa dikatakan trilogi kerukunan, yaitu:

  1. kerukunan internal  umat beragama;
  2. kerukunan antar umat beragama; 
  3. kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. 

Konsep tersebut masih sangat relevan dengan keadaan Indonesia saat ini, yang masih memandang perbedan sebagai sumber konflik. Konsekuensi logisnya, konsep tersebut perlu untuk dikembangkan dan diterapkan sebagai alternatif menyikapi perbedaan yang ada.

TUJUAN TRILOGI KERUKUNAN 

1) Kerukunan intern umat beragama bertujuan untuk memperkukuh hubungan antara individu dengan individu lain atau satu kelompok dengan kelompok yang masih satu agama. 

2) Sedangkan kerukunan antar umat beragama bertujuan untuk memperkukuh persaudaraan antara penganut agama satu dengan agama lainnya. 

3) Kemudian kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah bertujuan untuk menyatukan visi dan misi antar umat beragama dan pemerintah dalam bingkai Pancasila.

TUGAS DAI/MUBALLIGH 

Tugas kita hari ini ialah mengoptimalkan implementasi dari konsep trilogi kerukunan tersebut. 

Kata kunci dari optimalisasi ini ialah: 

1) Mau memahami dan mengerti orang lain, agama lain, maupun pemerintah. 

2) Tidak ada pihak yang berusaha memaksakan kemauannya kepada pihak lain. 

3) Membuka pintu dialog dan meminimalkan pendekatan power system, represif dan persekutif. 

Harapan dari optimalisasi konsep trilogi kerukunan antar umat beragama ini ialah dapat memayungi semua aktivitas intern dan ekstern umat beragama, sehingga kerukukunan tetap terjaga sekalipun berbeda. 

Kata pepatah Minang: 

Bersilang Kayu Dalam Tungku, Di situ Api Makanya Hidup 

Nashrun Minallahi Wa Fathun Qarieb

KOMENTAR

Nama

Buya Risman,36,Edisi Terbaru,15,Ekonomi Islam,7,Ghazwul Fikri,6,Infografis,3,Khazanah,8,Kolom,70,Mutiara Takwa,5,Opini,7,Sains,4,Sajian Khusus,17,Sajian Utama,26,
ltr
item
Majalah Tabligh: Tantangan Dakwah Kontemporer yang Harus Dihadapi Da'i/Mubalig: Optimalisasi Kerukunan Umat Beragama
Tantangan Dakwah Kontemporer yang Harus Dihadapi Da'i/Mubalig: Optimalisasi Kerukunan Umat Beragama
https://1.bp.blogspot.com/--qFHa504fFs/XpFGLSsYwkI/AAAAAAAAAzQ/ZVhKOD_2Q5sgYLgp41XCofHSONHm8fYpwCPcBGAYYCw/s320/Risman-muchtar1.png
https://1.bp.blogspot.com/--qFHa504fFs/XpFGLSsYwkI/AAAAAAAAAzQ/ZVhKOD_2Q5sgYLgp41XCofHSONHm8fYpwCPcBGAYYCw/s72-c/Risman-muchtar1.png
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2020/09/tantangan-dakwah-kontemporer-yang-harus-dihadapi.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2020/09/tantangan-dakwah-kontemporer-yang-harus-dihadapi.html
true
945971881399728876
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy