$type=ticker$cols=4$label=hide$show=post

[Edisi Terbaru]_$type=three$m=0$rm=0$h=420$c=3$snippet=hide$label=hide$show=home

Milad ke-108, Bersama Teguhkan Gerakan Keagamaan!

 


Meneguhkan Gerakan Keagamaan, Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri menjadi tema yang diusung Muhammadiyah untuk memperingati miladnya yang ke-108 dalam hitungan tahun Masehi. Menurut  Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, tema ini diangkat untuk mempertegas gerak, sikap, dan kebijakan Muhammadiyah dalam menghadapi keragaman paham, pandangan dan orientasi keagamaan yang tumbuh dan berkembang.  Tetapi, pada saat yang sama Muhammadiyah juga senantiasa memberi solusi terhadap masalah negeri, termasuk di era pandemi ini.

Dengan kata lain, di masa pandemi yang sarat beban ini, Muhammadiyah berazam akan terus memancarkan semangat untuk terus berbuat. Pada kenyataanya, semenjak massa awal wabah covid-19 menyapa negeri ini, Muhammadiyah telah berbuat yang terbaik dan maksimal. Baik dalam aspek ibadah dan keagamaan maupun masalah sosial dan kesehatan bahkan yang menyangkut aspek ekonomi.

Muhammadiyah turut menyadari masalah-masalah kebangsaan tidak mungkin bisa diselesaikan sendiri atau hanya oleh satu pihak. Untuk itu, Muhammadiyah mengingatkan sekaligus mengajak seluruh kekuatan bangsa, termasuk pemerintah, lembaga-lembaga politik dan kenegaraan, untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang kompleks ini.

Caranya, dengan menyatukan seluruh kekuatan yang dimiliki lewat kebersamaan, persatuan dan semangat mencari solusi. Ia merasa, Muhammadiyah pada usia 108 tahun ini tentu akan semakin ditantang masalah-masalah yang besar. Haedar Nashir menekankan, Islam Muhammadiyah akan selalu hadir sebagai gerakan yang bertumpu di atas semangat menjadi syuhada’a alannas. Jadi saksi sejarah yang membawa kemajuan bagi umat, bangsa dan kemanusiaan semesta yang rahmatan lil alamin.

Tapak Tilas

Sebagaimana kita ketahui bersama, Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada 18 November 1912 M atau 8 Dzulhijjah 1330 dalam tahun Hijriah. Kelahiran dan keberadaan Muhammadiyah pada awal berdirinya tidak lepas dan merupakan menifestasi dari gagasan pemikiran dan amal perjuangan Kyai Haji Ahmad Dahlan (Muhammad Darwis) yang menjadi pendirinya. Setelah menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci dan bermukim yang kedua kalinya pada tahun 1903, Kyai Dahlan mulai menyemaikan benih pembaruan di Tanah Air. Gagasan pembaruan itu diperoleh Kyai Dahlan setelah berguru kepada ulama-ulama Indonesia yang bermukim di Mekkah seperti Syeikh Ahmad Khatib dari Minangkabau, Kyai Nawawi dari Banten, Kyai Mas Abdullah dari Surabaya, dan Kyai Fakih dari Maskumambang; juga setelah membaca pemikiran-pemikiran para pembaru Islam seperti Ibn Taimiyah, Muhammad bin Abdil Wahhab, Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh, dan Rasyid Ridha.

Sebagai gerakan keagamaan, selama 108 tahun Muhammmadiyah memiliki peran penting dalam kehidupan kebangsaan. Tujuan utama keberadaan organisasi tidak lain adalah memberikan yang terbaik untuk ummat dan bangsa. Sungguh tidak-lah mudah mempertahankan konsistensi dan energi. Apalagi kita semua tahu bahwa jejak langkah Muhammadiyah tersebar luas di seantero nusantara. Maka wajar jika para kader Muhammadiyah didoktrin sejak awal untuk mengembangkan sikap altruistik. Maka kader Muhammadiyah tidak boleh “berjuang setengah hati.” Tidak boleh ada rasa “ragu” dan “bimbang” dalam memberikan yang terbaik. Tantangan berat pasti akan menghampiri. Jenderal Soedirman pernah memberikan wejangan: "Jadi kader Muhammadiyah itu berat, kalau ragu dan bimbang, lebih baik pulang."

Kelahiran Muhammadiyah mampu memadukan paham Islam yang ingin kembali pada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi dengan orientasi tajdid yang membuka pintu ijtihad untuk kemajuan, sehingga memberi karakter yang khas dari kelahiran dan perkembangan Muhammadiyah di kemudian hari. Kyai Dahlan, sebagaimana para pembaru Islam lainnya, memiliki cita-cita membebaskan umat Islam dari keterbelakangan dan membangun kehidupan yang berkemajuan melalui tajdid (pembaruan) yang meliputi aspek-aspek tauhid (‘aqidah), ibadah, mu’amalah, dan pemahaman terhadap ajaran Islam dan kehidupan umat Islam, dengan mengembalikan kepada sumbernya yang asli yakni Al-Quran dan Sunnah Nabi yang shahih dan maqbul.

Kyai Dahlan dalam mengajarkan Islam sungguh sangat mendalam, luas, kritis, dan cerdas. Menurut Kyai Dahlan, orang Islam itu harus mencari kebenaran yang sejati, berpikir mana yang benar dan yang salah, tidak taklid dan fanatik buta dalam kebenaran sendiri, menimbang-nimbang dan menggunakan akal pikirannya tentang hakikat kehidupan, dan mau berpikir teoritik dan sekaligus berpikir praktis. Kyai Dahlan tidak ingin umat Islam taqlid dalam beragama, juga tertinggal dalam kemajuan hidup. Karena itu memahami Islam haruslah sampai ke akarnya, ke hal-hal yang sejati atau hakiki dengan mengerahkan seluruh kekuatan akal pikiran dan ijtihad.

Seruan Kerjasama

Kelahiran Muhammadiyah dengan gagasan-gagasan cerdas dan pembaruan dari pendirinya, Kyai Haji Ahmad Dahlan, didorong oleh dan atas pergumulannya dalam menghadapi kenyataan hidup umat Islam dan masyarakat Indonesia kala itu, yang juga menjadi tantangan untuk dihadapi dan dipecahkan.

Muhammadiyah adalah Gerakan Islam yang melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah berpandangan bahwa Agama Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu’amalat dunyawiyah yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan perseorangan maupun kolektif. Dengan mengemban misi gerakan tersebut Muhammadiyah dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi rahmatan lil-’alamin dalam kehidupan di muka bumi ini.

Diusia yang ke-108 ini, Muhammadiyah semakin ditantang dalam mengatasi masalah-masalah kompleks sembari terus memberikan solusi bagi negeri. Tentu, semua masalah tersebut tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Maka dari itu, Muhammadiyah juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa untuk bekerjasama dalam memecahkan masalah-masalah besar yang menimpa bangsa ini. []

KOMENTAR


Nama

Buya Risman,36,Edisi Terbaru,39,Ekonomi Islam,8,Ghazwul Fikri,6,Infografis,3,Khazanah,8,Kolom,73,Konsultasi,4,Mutiara Takwa,5,Opini,10,Sains,4,Sajian Khusus,17,Sajian Utama,50,
ltr
item
Majalah Tabligh: Milad ke-108, Bersama Teguhkan Gerakan Keagamaan!
Milad ke-108, Bersama Teguhkan Gerakan Keagamaan!
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikAxdZWt8diNXKrbTNIJCcRD1Z8CjEF-VU5VFDoX5c9nYbEwpvYrrFih4J42XgbTZ_ziVwQJnSXdrfZ-66hcQkFKIZeTkCscZvB7LR7W8DhlsRY7YDnxMq1HkfHSsjiA88P-61Kg7PLpc/s320/MT-NOV-2020+Sampul.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikAxdZWt8diNXKrbTNIJCcRD1Z8CjEF-VU5VFDoX5c9nYbEwpvYrrFih4J42XgbTZ_ziVwQJnSXdrfZ-66hcQkFKIZeTkCscZvB7LR7W8DhlsRY7YDnxMq1HkfHSsjiA88P-61Kg7PLpc/s72-c/MT-NOV-2020+Sampul.jpg
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2020/11/milad-ke-108-bersama-teguhkan-gerakan.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2020/11/milad-ke-108-bersama-teguhkan-gerakan.html
true
945971881399728876
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy