$type=ticker$cols=4$label=hide$show=post

[Edisi Terbaru]_$type=three$m=0$rm=0$h=420$c=3$snippet=hide$label=hide$show=home

WAHABI: Siapa dan Bagaimana?

 


Pada wacana keagamaan kontemporer, istilah Wahabi sering dijadikan sebagai sebutan yang membuat fobia sebagian kalangan. Sebabnya, sebutan tersebut mengarah kepada tuduhan radikal-ektrimis, takfiri, dan bahkan teroris. Lalu, nisbah sebenarnya siapa Wahabi yang mestinya patut dijadikan fobia itu?

Wahabiyah atau Wahabisme (bahasa Arab: وهابية, translit. Wahhābiyah) menurut Wikipedia adalah sebuah aliran reformasi keagamaan dalam Islam. Aliran ini berkembang dari dakwah seorang teolog Muslim abad ke-18 yang bernama Muhammad bin Abdul Wahhab yang berasal dari Najd, Arab Saudi. Aliran ini sering digambarkan sebagai sebuah aliran Islam yang "ultrakonservatif", "keras", atau "puritan". Sementara itu, pendukung aliran ini percaya bahwa gerakan mereka adalah "gerakan reformasi" Islam untuk kembali kepada "ajaran monoteisme murni", kembali kepada ajaran Islam sesungguhnya, yang hanya berdasarkan kepada Al Qur'an dan Al Hadis, bersih dari segala "ketidakmurnian" seperti praktik-praktik yang mereka anggap bid'ah, syirik dan khurafat.

Saat ini Wahhabisme merupakan aliran Islam yang dominan di Arab Saudi dan Qatar. Ia dapat berkembang di dunia Islam melalui pendanaan masjid, sekolah dan program sosial. Dakwah utama Wahhabisme adalah tawhid dan tashfiyah yaitu Keesaan Tuhan dan pemurnian agama. Muhammad bin Abdul Wahhab (Ibn Abdul Wahhab) disebut-sebut terpengaruh oleh tulisan-tulisan Ibnu Taymiyyah dalam semangat dan metodologi beragama.

Paham dan gerakan ini pada akhirnya dikenal dengan sebutan Wahabi atau Wahhabiyyah. Nama tersebut, bukan berasal dari pendirinya atau para pengikutnya, melainkan dari pihak seteru yang telah menentangnya. Sementara mereka sendiri menyebut paham dan gerakan mereka itu dengan Muwahhidin, Ahlussunnah wal jama’ah, dan Salafiyah. Sebutan Wahabi atau Wahhabiyah dari musuh-musuh mereka dimaksudkan untuk menyudutkan dan menyamakannya mereka dengan sekte Wahabiyah yang dikenal jauh sebelumnya.

Berdasarkan sejarah, Wahabiyah/ Wahhabiyah yang sudah ada sejak abad ke-2 H di Afrika Utara. Sekte Wahabiyah atau kelompok Wahabi ini adalah nisbah kepada Abdul Wahhab bin Rustum, pecahan dari sekte Wahbiyah Ibadhiyah yang berpemahaman Khawarij yang dinisbahkan kepada Abdullah bin Wahb ar-Rasibi [Lihat, Al Farqu Bainal Firaq karya Al Baghdadi. Lihat juga, Al Khawarij, Tarikhuhum Wa Araauhum Al I’tiqadiyah Wa Mauqif Al Islam Minha karya Dr Ghalib bin ‘Ali ‘Awaji].

Khawarij secara harfiah berarti "Mereka yang keluar". Istilah umum ini mencakup kelompok dalam Islam yang awalnya mengakui kekhilafahan Ali bin Abi Thalib lalu menolaknya. Dinamakan Khawarij karena keluarnya mereka dari Dinul Islam dan pemimpin kaum Muslim sebabkan oleh mengafirkan kaum Muslim yang tak sependapat dengan mereka dan mudahnya menghalalkan darah orang lain.

Titik Temu dan Titik Seteru

Sebagaimana telah diketahui Muhammadiyah adalah sebuah gerakan Islam yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 8 Zulhijjah 1330 H/18 Nopember 1912 M. Pendiri pergerakan tersebut adalah Kiai Ahmad Dahlan yang lahir pada 1869 di Yogyakarta dari keluarga ulama. Setelah belajar berbagai ilmu pengetahuan agama di berbagai pondok pesantren di Jawa, pada 1890 ia berangkat ke Mekkah untuk belajar lagi dengan berguru pada Syaikh Ahmad Khatib, ulama Indonesia yang terkenal di Mekkah waktu itu. Ketika menetap yang kedua kalinya di tanah suci, Ahmad Dahlan sempat bertemu dengan Muhammad Rasyid Ridla, murid Syaikh Muhammad Abduh, tokoh pembaharuan Islam di Mesir yang terkenal. Sejak saat itu, ia bercita-cita untuk melakukan pembaharuan di kalangan umat Islam di tanah air [Tim Penulis IAIN Syahid, 2002: 770].

Di negeri asalnya, Ahmad Dahlan mendapati realitas penjajahan dan keterpurukan akibat dari lemahnya keimanan dan tercemarnya paham tauhid mereka dengan kemusyrikan, bid’ah, takhayul, dan khurafat; di samping karena ketidaktahuan mereka terhadap ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya. Mengingat hal itu, maka setelah  kembali ke tanah air, Ahmad Dahlan langsung melakukan gerakan pemurnian akidah dan ibadah dengan merujuk kepada Al Qur’an dan Al Sunnah.

Dalam bidang akidah, Muhammadiyah menganut metode dan paham Salafiyah. Buku Kuliah Akidah Islam yang telah ditulis oleh Prof. Dr. Yunahar Ilyas Lc, menurut sebagain pendapat identik dengan buku-buku akidah yang ditulis oleh kalangan Wahabi. Kalau tulisan Yunahar ini dapat dianggap sebagai pencerminan paham Muhammadiyah di bidang akidah, berarti tidak ada perbedaannya dengan paham akidah Wahabiyah. Bahkan menurut Syafiq A. Mughni, tokoh-tokoh Muhammadiyah sejak dulu hingga sekarang akrab dengan buku-buku karangan Ibn Abdul Wahhab.

Gerakan Muhammadiyah ingin mengembalikan Islam pada ajaran yang murni, yang tidak tercemar oleh tradisi atau ajaran lain dari luar sebagaimana yang berlaku pada zaman Nabi dan generasi salaf yang saleh. Namun, dibanding dengan gerakan Salafiyah yang lain, Muhammadiyah menunjukkan karakter yang moderat sehingga dimasukkan dalam katagore Salafiyah Wāsithiyah, yaitu Salafiyah yang cenderung di tengah-tengah dan moderat dan jauh berbeda dari Salafiyah Ibn Abdul Wahhab dan Rasyid Ridla.[Haedar Nashir, 2007: 15]

Khusus di bidang fikih, Muhammadiyah berbeda dengan Wahabiyah. Kelompok Wahabi meskipun menolak taklid dan menyerukan ijtihad, tetapi masih menyatakan diri mengikuti mazhab Hanbali. Sebaliknya, Muhammadiyah di samping menolak taklid dan menyerukan ijtihad, juga tidak mengikuti mazhab tertentu. Namun, warga Muhammadiyah diarahkan untuk mengikuti keputusan Majelis Tarjih.

Sementara itu, Ali Mustafa Yaqub berkesimpulan bahwa ada lebih dari 20 poin persamaan ajaran antara Muhammad Hasyim Asy’ari dan Ibnu Taimiyyah. Menurutnya, perbedaan antara Wahabi dan NU bersifat tidak prinsip, dan sudah terjadi sebelum lahirnya kedua kelompok ini.

Di antara titik-titik temu antara ajaran Wahabi dan NU menurut Ali Mustafa Yaqub adalah sebagai berikut. Pertama, sumber syariat Islam, baik menurut Wahabi maupun NU, adalah Al Quran, hadis, ijma, dan qiyas. Hadis yang dipakai oleh keduanya adalah hadis yang sahih kendati hadis itu hadis ahad, bukan mutawatir. Kedua, sebagai konsekuensi menjadikan ijma sebagai sumber syariat Islam, baik Wahabi maupun NU, shalat Jumat dengan dua kali azan dan shalat Tarawih 20 rakaat.

Dalam praktiknya, baik Wahabi maupun NU, tidak pernah mempermasalahkan keduanya. Banyak anak NU yang belajar di Saudi yang notabenenya adalah Wahabi. Bahkan, banyak jamaah haji warga NU yang shalat di belakang imam yang Wahabi, dan ternyata hal itu tidak menjadi masalah.

Namun demikian, jika ditelisik lebih jauh, NU lahir akibat keresahan para ulama atas kebijakan Raja Ibnu Saud yang saat itu ingin membongkar makam Nabi Muhammad SAW karena dinilai menjadi biang kemusyrikan dan menjadi perusak kemurnian tauhid. Berangkat dari fenomena ini, para ulama di Nusantara berinisiatif membatalkan kebijakan Raja Ibnu Saud untuk membongkar makam Rasulullah. Akhirnya, berangkatlah KH Wahab Hasbullah, KH Ghanaim al-Misri, dan KH Dahlan Abdul Kahhar dengan menamakan diri sebagai Komite Hijaz. Alhasil, setelah mereka menemui raja, kebijakan yang dikeluarkan sang raja pun dicabut dan dibatalkan. Sepertinya kasus fenomenal yang menjadi titik seteru kelompok Wahabi-Saudi dengan Nahdiyyin-Nusantara. Wallahua’lam []

 

Referensi:

A. Athaillah, Muhammadiyah Tidak Identik Dengan Wahhabi. Sumber: Muhammadiyah.or.id

Ali Mustafa Ya’qub, Titik Temu Wahabi – NU. Sumber: Republika.co.id

Haedar Nashir, Anatomi Gerakan Wahabiyah.  Sumber: SuaraMuhammadiyah.id

Mohammad Khoiron, Wahabi dan NU Sama? (Tanggapan atas opini KH Mustafa Ya'qub). Sumber: Republika.co.id

Nur Khalik Ridwan, Tanggapan atas Tulisan KH Ali Mustafa Yaqub soal Wahabi-NU. Sumber: nu.or.id

Septiawan Ardiansyah, Siapa Sebenarnya yang Dimaksud Wahabi?. Sumber: Republika.co.id

Syafiq A. Mughni, Muhammadiyah Wahabi?. Sumber: pwmu.co

KOMENTAR


Nama

Buya Risman,36,Edisi Terbaru,25,Ekonomi Islam,7,Ghazwul Fikri,6,Infografis,3,Khazanah,8,Kolom,72,Konsultasi,4,Mutiara Takwa,5,Opini,8,Sains,4,Sajian Khusus,17,Sajian Utama,36,
ltr
item
Majalah Tabligh: WAHABI: Siapa dan Bagaimana?
WAHABI: Siapa dan Bagaimana?
https://1.bp.blogspot.com/-7OYA5b07Bh4/YOOd1oVDgtI/AAAAAAAABeU/upTxhrx5g8sH7m3_ucp-wB1uDtLf159LQCLcBGAsYHQ/s320/0-Cover-1-4_Page_1.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-7OYA5b07Bh4/YOOd1oVDgtI/AAAAAAAABeU/upTxhrx5g8sH7m3_ucp-wB1uDtLf159LQCLcBGAsYHQ/s72-c/0-Cover-1-4_Page_1.jpg
Majalah Tabligh
https://www.majalahtabligh.com/2021/06/wahabi-siapa-dan-bagaimana.html
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/
https://www.majalahtabligh.com/2021/06/wahabi-siapa-dan-bagaimana.html
true
945971881399728876
UTF-8
Muat semua Tidak ditemukan TAMPILKAN SEMUA Baca lagi Jawab Cancel reply Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS Tampilkan semua Rekomendasi untuk Anda UPDATE ARSIP CARI SEMUA POS Not found any post match with your request Kembali Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy